Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siapkah IKN Jadi Ibu Kota Politik yang Menarik Investasi Dunia?

Kompas.com, 2 Maret 2025, 13:27 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin gencar menunjukkan kesiapan IKN menjadi pusat pemerintahan dan ibu kota politik Indonesia pada tahun 2028.

Hal ini ditegaskan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono dalam pertemuan The 102nd Jakarta CMO Club, di Jakarta, Kamis (27/2/2025) lalu.

Otorita IKN berkomitmen untuk melanjutkan proyek strategis ini dengan fokus pada penyelesaian berbagai infrastruktur utama.

Dukungan penuh pun datang dari Presiden Prabowo Subianto yang menyetujui anggaran pembangunan Tahap 2 IKN senilai Rp 48,8 triliun.

Baca juga: Ali Berawi yang Mundur dari Otorita IKN Masih Bertugas Dampingi Basuki

Anggaran ini akan dialokasikan untuk penyelesaian fasilitas pendukung ekosistem IKN, dengan prioritas pada pembangunan fasilitas yudikatif dan legislatif.

Basuki menjelaskan, tahap awal pembangunan telah dimulai sejak 2022 hingga 2024, dengan fokus pada land improvement dan pembangunan fasilitas dasar seperti perkantoran, drainase, jalan, dan kelistrikan.

Saat ini, sudah ada 42 tenant di kawasan pemukiman IKN, termasuk restoran dan hotel yang telah beroperasi.

Namun demikian, Basuki menjamin, pembangunan IKN tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan menjaga konsep smart, sponge, dan forest city.

"Seluruh fasilitas di IKN akan mengadopsi teknologi digital, dioperasikan dengan sistem pintar, dan dirancang selaras dengan konsep ramah lingkungan," tegas Basuki.

Optimisme dan Investasi Bertambah

Pemerintah optimistis, dengan perencanaan yang matang dan dukungan semua pihak, IKN akan menjadi pusat pemerintahan modern yang berdaya saing global serta mencerminkan visi Indonesia yang maju dan berkelanjutan.

Salah satu target terdekat pembangunan IKN adalah penyelesaian fasilitas yudikatif dan legislatif, yang merupakan komponen penting dalam operasional pemerintahan di ibu kota baru.

Baca juga: Mengenal Sertifikat Hak Atas Tanah IKN yang Dikantongi 4 Perusahaan

Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memindahkan pusat pemerintahan ke IKN pada tahun 2028.

"Dengan progres pembangunan yang terus dikebut dan dukungan penuh dari pemerintah, IKN semakin siap untuk menjadi ibu kota politik Indonesia yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing global," tutur Basuki.

Adapun dari sisi investasi baik dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) maupun investasi swasta murni, telah mencapai Rp 59,65 triliun.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau