Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan telah memetakan daerah-daerah rawan kebakaran selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi.
Kepala BPBD Balikpapan Usman Ali mengatakan, langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi bencana yang sering terjadi selama bulan suci.
"Kami sudah memetakan dan telah memberikan himbauan pada 27 dan 28 Februari kemarin," kata Usman, Rabu (5/3/2025).
Baca juga: Cek Kesehatan Gratis di Balikpapan Tetap Berjalan Selama Ramadan
Usman menyebutkan, daerah dengan tingkat kerawanan kebakaran paling tinggi adalah Kecamatan Balikpapan Barat, Balikpapan Timur, Balikpapan Kota, Balikpapan Tengah, dan Balikpapan Utara.
Daerah-daerah ini merupakan kawasan padat penduduk dan memiliki wilayah yang luas.
"Kami memetakan berdasarkan tingkat kepadatan penduduk, dan seluruh kecamatan sebenarnya perlu diwaspadai," ungkap Usman.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 26 September 2024, tingkat kepadatan penduduk di kecamatan-kecamatan tersebut adalah Balikpapan Barat sebanyak 441 jiwa/kilometer persegi (km2), Balikpapan Timur 1.583 jiwa/km2, Balikpapan Utara: 765 jiwa/km2, Balikpapan Tengah: 14.619 jiwa/km2, dan Balikpapan Kota: 8.813 jiwa/km2.
Baca juga: Wakil Wali Kota Balikpapan Fokus Awasi dan Monitoring Program Pemerintah
Usman menjelaskan, meskipun tingkat kepadatan penduduk di Balikpapan Barat relatif rendah, wilayahnya yang luas dan potensi kebakaran besar menjadi perhatian khusus.
Berkaca dari kejadian tahun lalu, terdapat lima peristiwa kebakaran di Balikpapan selama bulan Ramadhan, yang terjadi dari pertengahan hingga akhir Ramadhan. Kerugian yang disebabkan oleh kebakaran itu juga tidak sedikit.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, BPBD Balikpapan menyiagakan 300 personel yang ditempatkan di enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) di enam kecamatan.
BPBD Balikpapan juga berkoordinasi dengan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) untuk memastikan pasokan air tersedia. Kerja sama juga dilakukan dengan perusahaan-perusahaan untuk penyediaan air jika terjadi kebakaran di wilayah mereka.
Mengingat banyaknya gedung bertingkat di Balikpapan, BPBD juga rutin memeriksa sistem penyiraman air otomatis (sprinkler).
"Kami hanya memiliki satu mobil tangga (sky lift) untuk itu kami minta pemilik gedung memastikan sprinklernya berfungsi dengan baik," ujar Usman.
Selain kebakaran, Usman juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana lain seperti tanah longsor, mengingat curah hujan tinggi masih sering terjadi di Balikpapan.
"Terutama yang tinggal di kawasan berbukit waspada akan pergerakan tanah," imbaunya.
Dengan kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik, diharapkan potensi bencana di Balikpapan selama bulan Ramadhan dapat diminimalkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang