Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) membantah tudingan bahwa pengadaan material konstruksi untuk pembangunan IKN merusak lingkungan di kawasan Palu dan Donggala.
Bantahan ini disampaikan menyusul adanya kekhawatiran dari berbagai pihak mengenai dampak lingkungan dari pengadaan material tersebut.
Sebagaimana unggahan media sosial platform Instagram dengan akun @indonesia_geographic yang memperlihatkan area tepi pantai di Palu dan Donggala yang tampak rusak dengan keterangan: "Melihat lokasi pengambilan material untuk IKN di Palu-Donggala".
Baca juga: Warga IKN Bisa Shalat Idul Fitri 1446 H di Masjid HPK I
Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN Danis Hidayat Sumadilaga menegaskan, seluruh proses pengadaan material konstruksi telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku dan mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Danis juga menjelaskan bahwa dalam pengadaan material dari quarry, kontraktor pelaksana telah melakukan kontrak dengan vendor material yang memiliki izin resmi dan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengadaan material dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak merusak lingkungan.
"Hingga saat ini pengadaan dan pasokan material konstruksi dari quarry untuk pembangunan IKN dalam kondisi aman, dan tidak merusak lingkungan," tegas Danis kepada Kompas.com, Senin (24/3/2025).
Baca juga: Masjid Negara IKN Belum Bisa Gelar Shalat Idul Fitri 2025
Dengan penjelasan ini, Otorita IKN berharap dapat meredam kekhawatiran masyarakat dan memastikan bahwa pembangunan IKN tetap berjalan sesuai dengan prinsip keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan.
Progres Pembangunan
Adapun progres pembangunan Tahap I (2022-2024) rata-rata mencapai 74,3 persen, dengan rincian Batch I sebesar 98,4 persen, Batch II berada pada level 81,9 persen, dan Batch III menembus angka 46,7 persen.
"Sedangkan pembangunan Tahap II (2025-2029) akan dilanjutkan oleh Kementerian PUPR untuk proyek yang sudah berjalan, dan Otorita IKN akan memulai pembangunan infrastruktur baru, yang saat ini dalam tahap lelang," terang Danis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang