Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pengunjung Disabilitas Dapat Dispensasi Masuk IKN dengan Kendaraan Pribadi

Kompas.com, 2 April 2025, 22:21 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pengunjung disabilitas mendapat dispensasi untuk memasuki Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan kendaraan pribadi.

Sedianya, pengunjung KIPP IKN diwajibkan menggunakan armada bus listrik yang telah disediakan oleh Otorita IKN.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw memastikan hal itu kepada Kompas.com, rabu (2/4/2025).

"Selain penyandang disabilitas, kami juga memberikan dispensasi kepada orang tua lansia, dan anak-anak. Hal ini kami jalankan dengan koordiansi dan melalui pengaturan dari petugas di lapangan," ujar Troy.

Baca juga: Cara Berwisata ke IKN: Panduan Lengkap Melihat Istana Garuda

Dispensasi diberikan karena antusiasme masyarakat yang ingin berwisata ke IKN pada momen libur Lebaran ini sangat tinggi. Tercatat pada Selasa (1/4/2025) saja, ada 8.000 pengunjung.

Sementara di sisi lain, lahan parkir yang tersedia sangat terbatas, maka dilakukan pengaturan kendaraan secara khusus.

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi mengatakan, pihaknya tengah melakukan simulasi pengaturan akses masuk dan keluar, terutama terkait parkir, mengingat lonjakan pengunjung yang luar biasa.

"Untuk mengoptimalkan area parkir, kami mencari lokasi alternatif seperti area depan Bank Indonesia, arah menuju hunian ASN, dan sekitar Rumah Sakit Hermina. Hal ini dilakukan agar pembangunan dan perawatan jalan di Sumbu Timur tidak terganggu," tutur Thoma.

Baca juga: 8.000 Orang Berwisata ke IKN di Hari Kedua Lebaran

Saat ini, area parkir di Rest Area Nusantara sangat terbatas, sehingga Otorita IKN mengeksplorasi berbagai opsi lokasi parkir alternatif.

Misalnya, di beberapa titik strategis seperti area depan Bank Indonesia, arah menuju hunian ASN, hingga sekitar Rumah Sakit Hermina.

"Ini adalah beberapa titik yang tengah kami diskusikan untuk mengakomodasi kebutuhan parkir tanpa mengganggu perawatan jalan di Sumbu Timur yang sedang berlangsung," tambah Thomas.

Otorita IKN juga menerapkan langkah-langkah mitigasi untuk menghindari kepadatan berlebih dengan mengatur sistem keluar-masuk yang lebih efisien.

Di antaranya dengan menyediakan pos pelayanan kesehatan dan fasilitas pendukung lainnya seperti RS Hermina, RS Mayapada, hotel, kafe, dan restoran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau