Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Pengunjung disabilitas mendapat dispensasi untuk memasuki Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan kendaraan pribadi.
Sedianya, pengunjung KIPP IKN diwajibkan menggunakan armada bus listrik yang telah disediakan oleh Otorita IKN.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik Troy Pantouw memastikan hal itu kepada Kompas.com, rabu (2/4/2025).
"Selain penyandang disabilitas, kami juga memberikan dispensasi kepada orang tua lansia, dan anak-anak. Hal ini kami jalankan dengan koordiansi dan melalui pengaturan dari petugas di lapangan," ujar Troy.
Baca juga: Cara Berwisata ke IKN: Panduan Lengkap Melihat Istana Garuda
Dispensasi diberikan karena antusiasme masyarakat yang ingin berwisata ke IKN pada momen libur Lebaran ini sangat tinggi. Tercatat pada Selasa (1/4/2025) saja, ada 8.000 pengunjung.
Sementara di sisi lain, lahan parkir yang tersedia sangat terbatas, maka dilakukan pengaturan kendaraan secara khusus.
Sebelumnya, Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi mengatakan, pihaknya tengah melakukan simulasi pengaturan akses masuk dan keluar, terutama terkait parkir, mengingat lonjakan pengunjung yang luar biasa.
"Untuk mengoptimalkan area parkir, kami mencari lokasi alternatif seperti area depan Bank Indonesia, arah menuju hunian ASN, dan sekitar Rumah Sakit Hermina. Hal ini dilakukan agar pembangunan dan perawatan jalan di Sumbu Timur tidak terganggu," tutur Thoma.
Baca juga: 8.000 Orang Berwisata ke IKN di Hari Kedua Lebaran
Saat ini, area parkir di Rest Area Nusantara sangat terbatas, sehingga Otorita IKN mengeksplorasi berbagai opsi lokasi parkir alternatif.
Misalnya, di beberapa titik strategis seperti area depan Bank Indonesia, arah menuju hunian ASN, hingga sekitar Rumah Sakit Hermina.
"Ini adalah beberapa titik yang tengah kami diskusikan untuk mengakomodasi kebutuhan parkir tanpa mengganggu perawatan jalan di Sumbu Timur yang sedang berlangsung," tambah Thomas.
Otorita IKN juga menerapkan langkah-langkah mitigasi untuk menghindari kepadatan berlebih dengan mengatur sistem keluar-masuk yang lebih efisien.
Di antaranya dengan menyediakan pos pelayanan kesehatan dan fasilitas pendukung lainnya seperti RS Hermina, RS Mayapada, hotel, kafe, dan restoran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang