Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gedung-gedung Megah di IKN Bikin Takjub Para Wisatawan

Kompas.com, 3 April 2025, 22:59 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Sumber Antara

NUSANTARA, KOMPAS.com - Libur Idul Fitri 1446 Hijriah menjadi momen bagi banyak wisatawan untuk melihat langsung perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Para pengunjung dari luar daerah mengaku terkesan dengan kemajuan pesat ibu kota baru Indonesia ini.

Seorang pengunjung asal Nganjuk, Jawa Timur, Yeni Kusumawati, mengungkapkan rasa penasarannya yang terjawab setelah melihat langsung IKN.

"Kami sekeluarga penasaran dengan IKN setelah sering melihatnya di media sosial. Ternyata, melihat langsung itu jauh lebih bagus," ujarnya, Rabu (3/4/2025).

Baca juga: Mandat Prabowo ke Basuki sebagai Bos IKN, Siapkan Ekosistem Tripraja

Yeni bahkan rela menempuh perjalanan jauh dari Surabaya ke Balikpapan sebelum melanjutkan perjalanan ke Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kekaguman yang sama juga dirasakan oleh pengunjung asal Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Surtasiah.

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN tetap dibuka untuk umum.OIKN Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) memastikan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN tetap dibuka untuk umum.
Ia takjub dengan gedung-gedung besar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Seperti diketahui, di KIPP IKN terdapat Istana Garuda, Istana Negara, Kantor Kementerian Koordinator 1-4, Kantor Sekretariat Presiden, dan lain-lain.

Bagi Sutarsiah, ini merupakan kali pertama melihat langsung bangunan-bangunan megah dan tertata seperti ini.

Baca juga: Fasilitas Apa Saja yang Bisa Dinikmati Wisatawan di IKN? Cek di Sini

"Perjalanan jauh kami terbayarkan dengan pemandangan yang luar biasa," katanya.

Meskipun harus berpanas-panasan dan mengantre, Surtasiah dan keluarganya merasa puas dengan pengalaman yang didapatkan.

Kantor Ibu Kota Nusantara (IKN)OIKN Kantor Ibu Kota Nusantara (IKN)
Tambah armada bus

Lonjakan pengunjung yang signifikan sempat membuat bus yang disediakan di Rest Area Nusantara tidak mampu menampung seluruhnya.

Sebagai solusi, sejumlah mobil pengunjung diizinkan masuk langsung ke KIPP IKN dengan pengawalan tim pengamanan.

Baca juga: 8.000 Orang Berwisata ke IKN di Hari Kedua Lebaran

Selain itu, menurut Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, pihaknya telah menambah armada bus menjadi sembilan unit untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.

"Kami menyambut baik antusiasme masyarakat yang ingin melihat langsung perkembangan pembangunan IKN," ujarnya.

Dengan antusiasme yang tinggi dari para wisatawan, IKN semakin menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi wisata baru yang menarik untuk dikunjungi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau