Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kalahkan “Wisata Jokowi”, IKN Dikunjungi 64.000 Turis dalam 10 Hari

Kompas.com, 5 April 2025, 22:33 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi magnet baru bagi wisatawan selama libur Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan langsung progres pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sangat tinggi, terbukti dengan jumlah kunjungan yang fantastis.

Berdasarkan data terbaru dari Otorita IKN, tercatat lebih dari 64.000 orang mengunjungi IKN sejak 27 Maret 2025 hingga 5 April 2025.

Lonjakan kunjungan signifikan terjadi setelah Hari Raya Idul Fitri, dengan puncak keramaian pada Kamis, 3 April 2025, yang mencatat 14.104 pengunjung dalam satu hari.

Baca juga: Wisatawan Eropa, China, dan Korea Terpincut Magnet IKN

Ini artinya, "Wisata IKN" mengalahkan "Wisata Jokowi" yang menyedot hanya 1.500 pengunjung per hari.

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, memaparkan detail peningkatan kunjungan pasca-Lebaran.

“Secara statistik tanggal 1 April pengunjung 8.219, bahkan 2 April 12.958, puncak kemarin tanggal 3 April itu 14.105 dan kemarin (4 April 2025) 10.215 orang. Hari ini (5 April 2025) sudah 12.307 pengunjung,” ujar Thomas, Sabtu (5/4/2025).

Thomas menambahkan, IKN dibuka untuk masyarakat luas agar dapat menyaksikan langsung perkembangan pembangunan infrastruktur.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat agar dapat menjaga ketertiban dan kebersihan ibu kota politik yang dijadwalkan beroperasi penuh pada 2028 itu.

Baca juga: Pesona IKN Menyihir 45.496 Wisatawan, Ada dari Eropa, China, dan Korea

Animo masyarakat untuk melihat langsung calon ibu kota negara ini tidak hanya datang dari Kalimantan.

Para pengunjung berasal dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk Jawa dan Sulawesi. Bahkan, wisatawan mancanegara dari Brunei Darussalam, Malaysia, China, Eropa, dan Korea Selatan  tercatat dalam daftar pengunjung IKN selama libur Lebaran 2025.

Pelayanan Terpadu untuk Kenyamanan Pengunjung

Pelayanan maksimal diberikan kepada para pengunjung IKN berkat kerja sama berbagai pihak, termasuk Otorita IKN, TNI, Kepolisian, relawan masyarakat setempat, dan instansi terkait lainnya.

Untuk mewujudkan IKN sebagai kota yang layak huni dan dicintai, prioritas utama adalah aksesibilitas.

Jembatan Pulau Balang kini berfungsi sebagai jalur fungsional menuju Nusantara, sekaligus menjadi ikon dengan status jembatan cable stayed terpanjang kedua di Indonesia.

Selain itu, Jalan Tol IKN Seksi 3A, 3B, 5A dibuka satu arah khusus untuk kendaraan Golongan I sebagai jalur alternatif mudik dan akses menuju IKN.

Baca juga: Tol IKN Disambut Antusias, 11.948 Kendaraan Melintas Saat Mudik

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau