Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bandara VVIP IKN Rampung 100 Persen, Siap Dukung Mobilitas Pemerintah

Kompas.com, 9 April 2025, 09:52 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur konektivitas sektor perhubungan udara Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN) tuntas 100 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F Laisa mengungkapkan hal ini kepada Kompas.com, Rabu (9/4/2025).

Menurutnya, bandara yang diproyeksikan menjadi pintu gerbang utama bagi mobilitas pemerintah di ibu kota baru itu, kini dalam kondisi siap operasional.

Baca juga: Gubernur Kaltim Bantah IKN Mangkrak, Sidak Diam-diam Saat Lebaran

Saat ini hanya tersisa pekerjaan perawatan kecil atau perbaikan-perbaikan yang masuk dalam defect list.

Hal ini menandakan bahwa konstruksi utama bandara telah selesai secara keseluruhan dan siap untuk menjalankan fungsinya.

"Bandara VVIP ini sudah ready fungsinya membantu mobilisasi pemerintah," ujar Lukman.

Ruang tunggu Bandara VVIP IKNHK Ruang tunggu Bandara VVIP IKN
Lebih lanjut, Lukman menjelaskan, fokus awal pengoperasian bandara ini adalah untuk mendukung kelancaran mobilisasi para pejabat negara dan tamu-tamu VVIP terkait dengan proses kepindahan dan kegiatan pemerintahan di IKN.

Meskipun demikian, potensi pengembangan fungsi bandara pada masa depan tentu akan terus dievaluasi seiring dengan perkembangan ibu kota baru.

Baca juga: Rekor Tertinggi Kunjungan IKN Tembus 14.105 Wisatawan dalam Sehari

"Jadi, sampai saat ini status bandara masih VVIP, seraya menunggu kepindahan pemerintahan secara poltis ke IKN," imbuh Lukman.

Dengan rampungnya pembangunan Bandara VVIP IKN ini, diharapkan akan semakin mempermudah aksesibilitas menuju dan dari ibu kota baru.

Keberadaan infrastruktur transportasi udara yang memadai ini menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung kelancaran proses pemindahan pusat pemerintahan dan aktivitas kenegaraan di IKN.

Ruang VVIP Bandara VVIP IKNHK Ruang VVIP Bandara VVIP IKN
Penyelesaian Bandara VVIP ini juga menjadi sinyal positif bagi percepatan pembangunan IKN secara keseluruhan.

Kesiapan infrastruktur utama seperti bandara akan semakin menarik minat investor dan memperkuat keyakinan akan terwujudnya visi IKN sebagai pusat pemerintahan yang modern dan efisien.

Untuk diketahui Bandara VVIP IKN dibangun di atas lahan seluas 621 hektar dengan panjang landasan pacu atau runway 3.000 meter x 45 meter.

Dengan panjang dan luas runway tersebut, bandara ini dapat melayani pesawat berbadan lebar Boeing 777-200 ER dan Airbus 380.

Baca juga: Wisatawan Eropa, China, dan Korea Terpincut Magnet IKN

Bandara ini juga dilengkapi dengan terminal VVIP dan VIP seluas 7.350 meter persegi. Selain itu, terdapat taxiway A (180 x 30) m dan B (180 x 30) m serta Apron 102.150 meter persegi.

Pembangunan bandara dilakukan dalam waktu dua tahun dengan kontrak jamak atau multi years contract (MYC) pada 2023-2024.

Pembangunan fasilitas sisi darat dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan, sedangkan pembangunan fasilitas sisi udara dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Pembangunannya dilakukan sesuai dengan konsep besar IKN, yaitu berorientasi pada alam dan ramah lingkungan.

Konsep desain bandara memadukan unsur kearifan lokal dengan unsur modern, melibatkan sejumlah arsitek profesional dalam perancangannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau