Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nyoman Nuarta Bangun Istana Garuda dan Patung Lain di IKN Hanya Setahun

Kompas.com, 11 April 2025, 19:31 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Nyoman Nuarta, maestro seni patung Indonesia, menorehkan prestasi gemilang dengan menyelesaikan serangkaian proyek monumental di Ibu Kota Nusantara (IKN) hanya dalam waktu satu tahun.

Kepada Kompas.com, Jumat (11/4/2025), Nyoman mengungkapkan, sejumlah proyek yang dikerjakannya adalah Istana Garuda, patung Sayap Pelindung dan dua tokoh proklamator Soekarno-Hatta di Taman Kusuma Bangsa, serta patung lepas landas (take off) di Bandara VVIP IKN.

Baca juga: Tinjau Wilayah Perencanaan I, Basuki Pastikan Progres Pembangunan IKN

"Semuanya bisa kami rampungkan dalam waktu hanya satu tahun. Padahal kompleksitas pekerjaannya demikian rumit. Terutama Istana Garuda,” ujar Nyoman.

Keberhasilan ini menegaskan reputasinya sebagai seniman visioner yang mampu menggabungkan estetika, simbolisme, dan efisiensi dalam karya-karyanya.

Sayap Pelindung dalam Kompleks Taman Kusuma Bangsa dengan latar belakang Istana Garuda dan Istana Negara di Itu Kota Nusantara (IKN)Nyoman Nuarta Sayap Pelindung dalam Kompleks Taman Kusuma Bangsa dengan latar belakang Istana Garuda dan Istana Negara di Itu Kota Nusantara (IKN)
Berikut filosofi karya Nyoman Nuarta di IKN

1. Istana Garuda

Istana Garuda yang menjadi bagian dari kompleks Istana Kepresidenan di IKN, adalah karya arsitektur megah yang dirancang Nyoman Nuarta dengan konsep archsculpt, perpaduan seni patung dan arsitektur.

Bentuk burung Garuda dengan sayap terbentang melambangkan kekuatan, persatuan, dan kedaulatan Indonesia. Istana ini bukan sekadar tempat presiden berkantor, tetapi juga dirancang sebagai ikon nasional yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Baca juga: Hashim Berencana Bangun Bendungan Skala Jumbo di IKN

Nyoman Nuarta merancang setiap detail untuk mengintegrasikan nilai budaya Indonesia, menjadikannya karya monumental yang diharapkan menginspirasi generasi mendatang.

Istana Garuda dibangun dengan material seperti baja, tembaga, dan kuningan, yang seiring waktu akan menghasilkan patina hijau toska, serupa dengan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali, karya Nyoman Nuarta sebelumnya.

Proyek ini menunjukkan dedikasinya dalam menciptakan karya yang tidak hanya estetis, tetapi juga tahan lama dan bermakna mendalam.

Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) terlihat dari Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) terlihat dari Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN)
2. Patung Taman Kusuma Bangsa

Di sisi lain, patung Sayap Pelindung dan sepasang proklamator RI Bung Karno-Bung Hatta di Taman Kusuma Bangsa dirancang sebagai ruang publik yang mengundang masyarakat untuk merenung dan bersatu.

Baca juga: Tol IKN Dilintasi Puluhan Ribu Kendaraan Sejak Dibuka Gratis Sementara

Taman ini menjadi simbol harmoni dan keberagaman bangsa Indonesia. Nyoman Nuarta menuangkan visinya untuk menciptakan karya yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menggugah jiwa, memperkuat rasa kebangsaan di tengah lanskap modern IKN.

3. Patung Take Off di Bandara VVIP

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau