Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Juli 2025, Kalsel Terpisah dari Wilayah Pertahanan Kodam VI Mulawarman

Kompas.com, 16 April 2025, 11:02 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kodam VI/Mulawarman akan menerapkan langkah strategis dalam memperkuat pertahanan.

Selain fokus pada pengamanan perbatasan yang luas dan penuh tantangan, Kodam VI Mulawarman juga tengah mempersiapkan reorganisasi dan pembentukan lima kesatuan baru.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha menegaskan, reorganisasi Kodam VI/Mulawarman akan dilaksanakan pada Juli 2025 mendatang.

Wilayah Kodam VI Mulawarman akan dipisah dengan pembentukan Kodam baru untuk Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan nama Kodam XI Tambun Bungai.

Baca juga: Tinjau Perbatasan RI-Malaysia, Pangdam Mulawarman Cek Situasi Keamanan

Sebelumnya, wilayah pertahanan militer Kodam VI Mulawarman mencakup Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Utara (Kaltara), dan Kalsel.

Dengan pemisahan ini, Kodam VI/Mulawarman akan fokus pada wilayah pertahanan Kaltim dan Kaltara.

"Ini bukan penambahan personel, tapi peningkatan status Korem di Palangkaraya menjadi Kodam untuk mempermudah pengendalian," terang Pangdam menjawab Kompas.com, Rabu (16/4/2025).

Reorganisasi ini diharapkan dapat mengatasi kendala jarak dan transportasi yang selama ini menyulitkan koordinasi.

Selain itu, Kodam VI/Mulawarman tengah mempersiapkan pembentukan lima kesatuan baru Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) yang akan ditempatkan di lokasi strategis.

Kelimanya yaitu Penajam Paser Utara (PPU) untuk Yonif Petani Prajurit, wilayah barat Kalimantan Timur (termasuk brigade), Batu Licin dan Hulu Sungai Tengah di Kalimantan Selatan (di bawah Korem 101/Antasari), serta satu kesatuan tambahan yang masih dalam perencanaan.

Pembentukan kesatuan ini bertujuan untuk memperkuat struktur pertahanan dan mendukung program ketahanan pangan serta pembangunan wilayah.

Baca juga: Kodam Mulawarman Siapkan 600 Personel Pasukan Reaksi Cepat Tanggulangi Bencana

Dalam kesempatan yang sama Pangdam juga mengungkapkan prioritas utama dalam rencana kerja Kodam VI/Mulawarman yakni menjaga keamanan perbatasan darat Indonesia-Malaysia sepanjang 1.038 kilometer yang membentang di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Dengan 12.502 patok perbatasan sebagai penanda kedaulatan, pengawasan dilakukan oleh Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) yang terdiri dari 1.400 personel.

Namun, tantangan geografis yang berat, di mana 298 kilometer wilayah perbatasan sulit dijangkau, menjadi kendala signifikan.

Menyadari hal tersebut, Kodam VI Mulawarman mengembangkan solusi inovatif seperti penggunaan drone untuk pengawasan dan patroli udara.

Pangdam juga aktif melobi pembangunan akses jalan dari Long Bangun ke Long Nawang untuk mempermudah logistik dan penempatan pasukan.

"Jika akses jalan ini terwujud, logistik bisa lebih lancar, dan pasukan dapat ditempatkan 24 jam tanpa khawatir kelaparan," jelasnya.

Baca juga: Pangdam VI/Mulawarman Rudy Rachmat Prioritaskan 3 Tantangan Keamanan

Selain itu, Pangdam juga menyoroti isu ekonomi di wilayah perbatasan, terutama di Kecamatan Krayan, Kalimantan Utara.

Kekayaan alam Krayan, seperti beras dan peternakan, justru dinikmati oleh negara tetangga akibat minimnya aksesibilitas ke wilayah Indonesia.

Oleh karena itu, Kodam VI Mulawarman menginisiasi pembangunan jalan sepanjang 192 kilometer dari Krayan ke Malinau demi mengintegrasikan ekonomi lokal ke Indonesia.

Menurut Rudy, Kodam VI/Mulawarman akan terus menjaga profesionalisme melalui operasi dan latihan rutin, termasuk partisipasi dalam latihan bersama dengan negara tetangga.

Visi  Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif (PRIMA) menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas perbatasan ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau