Penulis
Kabar positif juga datang dari sektor investasi. Investor asal China dan Malaysia yang tergabung dalam konsorsium CHEC-IJM telah bertemu dengan Kepala Otorita IKN untuk mematangkan rencana investasi mereka.
CHEC-IJM Consortium menjadi salah satu konsorsium asing yang terlibat dalam proyek ini dengan fokus utama adalah pembangunan hunian, baik rumah tapak maupun apartemen, serta infrastruktur pendukung seperti jalan dan Multi Utility Tunnel (MUT) di zona 1B dan 1C IKN.
Baca juga: Investor China-Malaysia Bertemu Basuki, Matangkan Proyek Hunian di IKN
Proyek unsolicited ini diajukan oleh CHEC-IJM Consortium, dan telah memperoleh Letter to Proceed (LtP) untuk pembangunan jalan dan MUT, serta bagian dari proyek perumahan.
Berikut rinciannya:
1. Perumahan
Konsorsium CHEC bersama IJM Corporation Berhad dari Malaysia berkomitmen membangun 20 menara apartemen dengan nilai investasi Rp 13,4 triliun.
Proyek ini melengkapi inisiatif perumahan lain di IKN, seperti 109 rumah tapak dan 41 menara apartemen oleh PT Intiland Development Tbk (Rp 33 triliun), serta proyek apartemen oleh PT Nindya Karya (Rp 2,6 triliun) dan PT Perintis Triniti Properti Tbk (Rp 2,5 triliun).
Perumahan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian bagi aparatur sipil negara, pekerja, dan masyarakat di IKN, mendukung visi kota yang inklusif.
2. Jalan dan Multi-Utility Tunnel (MUT)
Pembangunan jalan dan MUT di zona 1B dan 1C bertujuan mendukung konektivitas dan efisiensi distribusi utilitas seperti air, listrik, dan telekomunikasi.
CHEC-IJM Consortium adalah satu dari tiga penerima LtP untuk infrastruktur ini, bersama dua BUMN lainnya. Proyek ini sebagian dibiayai oleh APBN untuk menarik investor swasta.
MUT dirancang sebagai infrastruktur modern yang mengintegrasikan utilitas bawah tanah, mengurangi gangguan permukaan dan mendukung konsep smart city IKN.
Skema unsolicited memungkinkan CHEC-IJM Consortium mengusulkan proyek tanpa tender publik, dengan kompensasi berupa hak pengelolaan atau bagi hasil.
Pendekatan ini mempercepat proses, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi konsorsium untuk mengembangkan studi kelayakan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang