Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penataan Sepaku Dimulai, Otorita IKN: Tak Satu Pun Warga Digusur

Kompas.com, 29 Mei 2025, 16:55 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Sebuah gebrakan penting tengah bergulir di Sepaku, wilayah yang menjadi jantung Ibu Kota Nusantara (IKN).

Berdasarkan wawancara eksklusif Kompas.com dengan Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN Thomas Umbu Pati, penataan kawasan Sepaku telah resmi dimulai.

Namun, berbeda dengan kekhawatiran banyak pihak, langkah ini diklaim bukan merupakan penggusuran, melainkan sebuah upaya humanis untuk menata wilayah demi keamanan, estetika, dan ketertiban bersama.

"Tak satu pun warga yang kami gusur dalam penataan Kawasan Sepaku ini," tegas Thomas.

Baca juga: Gibran Inginkan Pohon Beringin Ada di Istana Wapres IKN

Kabar ini tentu menjadi angin segar di tengah berbagai spekulasi mengenai dampak pembangunan IKN terhadap masyarakat sekitar.

Thomas menjelaskan secara detail mengenai langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan dengan fokus utama pada Garis Sempadan Jalan (GSJ) dan Garis Sempadan Bangunan (GSB).

Proses ini telah melalui kesepakatan bersama dengan masyarakat di tujuh desa dan satu kelurahan di Kecamatan Sepaku.

Bahkan, Thomas mengeklaim, masyarakat menunjukkan dukungan yang luar biasa dengan mengikhlaskan lahan mereka seluas 5 meter di luar Right of Way (RoW) jalan.

Lahan tersebut akan tetap menjadi milik masyarakat, namun tidak diperbolehkan untuk dibangun demi menjaga keselamatan, estetika, dan keteraturan wilayah ke depan.

"Masyarakat sangat mendukung bagaimana kami mengatur GSJ dan GSB. Dan masyarakat ikhlaskan lahan milik mereka 5 meter di luar daripada ROW itu. Meski itu tetap tanah mereka, tetapi tidak boleh dibangun," tutur Thomas.

Bukan Pembongkaran, Tapi Penataan Bertahap

Selain itu, Otorita IKN juga menyoroti banyaknya bangunan baru, terutama bangunan kayu, di sekitar Bypass Sepaku.

Thomas menegaskan bahwa tujuan penataan bukanlah membongkar bangunan-bangunan tersebut secara paksa.

Otorita IKN menghargai usaha ekonomi masyarakat dan memilih pendekatan persuasif untuk meminta pemilik bangunan memundurkan bangunannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Istana Wapres Dilapisi Kaca Anti Peluru, Gibran Berkantor di IKN 2026

Respon masyarakat disebut Thomas, sangat positif dan bersedia bekerja sama.

"Kami minta sama-sama kita tertibkan kita tata dan kami minta mereka mundur sesuai dengan kesempatannya dan mereka bersedia," jelasnya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau