NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menargetkan sebanyak 80 persen kendaraan yang digunakan di IKN pada tahun 2045 merupakan transportasi umum.
Untuk mendukung tercapainya target tersebut, Otorita IKN melakukan kerja sama dengan Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT).
"IKN dipersiapkan untuk menjadi kota modern, kota cerdas, efisien, ramah lingkungan, dan people-centric untuk mewujudkan visi kota dunia untuk semua, sejalan dengan itu mobilitas perkotaan perlu dirancang sejak dini," ungkap Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (14/06/2025).
Baca juga: Apa Hasil Studi Australia untuk Mobilitas IKN? Simak Penjelasannya
Adapun Otorita IKN menerima laporan hasil studi bertajuk Urban Mobility Masterplan dan Intelligent Mobility Ecosystem oleh KIAT di Sentra Massa Plaza Seremoni pada Jumat (13/06/2025).
Laporan ini merupakan hasil kolaborasi Otorita IKN dengan KIAT dengan tujuan untuk menyusun rencana induk jangka panjang transportasi dan strategi tata guna lahan sebagai panduan untuk pembangunan IKN.
Selain itu, kolaborasi keduanya juga bertujuan untuk menyusun kerangka pelaksanaan proyek yang realistis dan layak untuk penerapan di tahap selanjutnya, serta menyusun kerangka implementasi Intelligent Transportation System (ITS) dan skala prioritasnya, termasuk strategi quick wins, program pilot dan uji coba dan rencana penerapan di IKN.
Baca juga: Sebelum Pindah ke Pertamina, Agung Wicaksono Raup Investasi Rp 65 Triliun untuk IKN
"Walaupun studi ini secara resmi telah selesai, namun kami meyakini dokumen perencanaan ini merupakan living document yang perlu terus diperbarui seiring dengan dinamika pergerakan perkotaan ke depan," lanjutnya.
Wakil Duta Besar Australia Untuk Indonesia Gita Kamath berharap dengan studi ini Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia dapat terus berkolaborasi dalam pembangunan IKN.
"Saya berharap rencana mobilitas dan rencana sistem transportasi cerdas ini akan membangun Nusantara sebagai kota cerdas yang berkelanjutan serta mendorong investasi dari sektor swasta," kata Gita Kamath.
Selain target penggunaan transportasi umum secara maksimal pada tahun 2045, Otorita IKN juga menargetkan tersedianya transit ekspres dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) menuju bandara strategis, serta terwujudnya emisi nol.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang