Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Hasil Studi Australia untuk Mobilitas IKN? Simak Penjelasannya

Kompas.com, 14 Juni 2025, 12:59 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan komitmennya sebagai kota masa depan yang cerdas dan berkelanjutan.

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima laporan hasil studi krusial bertajuk "Urban Mobility Masterplan dan Intelligent Mobility Ecosystem" dari Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT) di Sentra Massa Plaza Seremoni.

Laporan ini bukan sekadar dokumen, melainkan peta jalan ambisius menuju sistem transportasi IKN yang modern dan efisien.

Kolaborasi antara Otorita IKN dan KIAT ini bertujuan untuk menyusun rencana induk jangka panjang transportasi dan strategi tata guna lahan yang akan memandu pembangunan IKN.

Baca juga: Otorita-Australia Siapkan Revolusi Mobilitas Cerdas Masa Depan IKN

Kemudian merumuskan kerangka pelaksanaan proyek yang realistis dan layak diterapkan di tahap selanjutnya.

Berikutnya adalah membangun kerangka implementasi Intelligent Transportation System (ITS), lengkap dengan skala prioritas, quick wins, program pilot, uji coba, dan rencana penerapannya di IKN.

Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto menyampaikan, mobilitas merupakan aspek penting dalam ekosistem perkotaan yang dinamis.

"IKN dipersiapkan untuk menjadi kota modern, kota cerdas, efisien, ramah lingkungan, dan people-centric untuk mewujudkan visi kota dunia untuk semua. Sejalan dengan itu, mobilitas perkotaan perlu dirancang sejak dini," ujar Bimo, dikutip Kompas.com, Sabtu (14/6/2025).

Bimo juga menekankan dokumen perencanaan ini adalah "living document" yang harus terus diperbarui seiring dinamika pergerakan perkotaan.

Baca juga: Australia Akan Bangun Kampus di Balikpapan, Buka Beasiswa Hingga S3

Oleh karena itu, kolaborasi antara OIKN dan KIAT diharapkan dapat terus berlanjut dalam skala yang lebih luas dan bentuk yang lebih inovatif.

Deputi Bidang Infrastruktur Bappenas Abdul Malik Sadat Idris menyambut baik laporan studi ini sebagai modal besar untuk mewujudkan visi IKN.

"Pembangunan infrastruktur itu hidup dalam dua constraints, yaitu efisiensi dan keterlibatan investasi perusahaan maupun partisipasi dari masyarakat," jelas Abdul Malik.

Senada dengan itu, Wakil Duta Besar Australia Untuk Indonesia, Gita Kamath, menyatakan kebanggaannya atas dukungan Australia dalam upaya ini.

"Saya senang bahwa Australia dapat mendukung OIKN untuk mewujudkan tujuan ini dalam mengembangkan masterplan untuk mobilitas perkotaan dan transportasi cerdas," kata Gita.

Baca juga: Kongres Diaspora Indonesia Ke-8 di IKN, Dihadiri Politisi Australia

Ia berharap rencana mobilitas dan sistem transportasi cerdas ini akan membangun Nusantara sebagai kota cerdas yang berkelanjutan serta mendorong investasi dari sektor swasta.

Studi ini sejalan dengan target ambisius Otorita IKN pada tahun 2045, di mana 80 persen kendaraan diharapkan merupakan transportasi publik.

Mobilisasi publik menuju fasilitas penting dan hub transportasi publik hanya membutuhkan 10 menit.

Tersedianya transit ekspres dari Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) menuju bandara strategis, demi terwujudnya emisi nol di seluruh wilayah IKN.

Laporan hasil studi dari KIAT ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan IKN sebagai kota pintar yang didukung oleh sistem mobilitas modern, efisien, dan ramah lingkungan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau