Penulis
Di antaranya penciptaan lapangan kerja, di mana pembangunan dan penyelesaian proyek-proyek IKN akan mendorong bertambahnya serapan tenaga kerja konstruksi di kedua wilayah tersebut.
Peningkatan serapan tenaga kerja ini akan diikuti dengan peningkatan konsumsi untuk pemenuhan kebutuhan pekerja, seperti tempat tinggal, makanan dan minuman, serta kebutuhan lainnya. Ini akan menggerakkan sektor riil lokal.
Baca juga: BI Rekomendasikan Pemprov Kaltim Genjot Ekonomi Hijau dan Biru
Kebutuhan bahan/material bangunan, perlengkapan, dan peralatan konstruksi juga akan meningkat drastis, memberikan keuntungan bagi produsen dan distributor lokal.
Berikutnya adalah dengan berlanjutnya konstruksi proyek-proyek IKN akan meningkatkan optimisme pelaku usaha.
"Ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan investasi secara umum di PPU dan Balikpapan," ucap Robi.
Selain itu, dampak selanjutnya adalah pertumbuhan UMKM yang dipicu kenaikan konsumsi dan investasi.
Hal ini akan menciptakan peluang besar bagi pertumbuhan UMKM di sektor jasa, perdagangan, dan penyedia kebutuhan dasar.
"Dengan sinergi antara penurunan suku bunga BI dan percepatan proyek IKN, Balikpapan dan PPU diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan, didorong oleh sektor-sektor kunci dan efek multiplier dari pembangunan ibu kota baru," pungkas Robi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang