Penulis
Di antaranya penciptaan lapangan kerja, di mana pembangunan dan penyelesaian proyek-proyek IKN akan mendorong bertambahnya serapan tenaga kerja konstruksi di kedua wilayah tersebut.
Peningkatan serapan tenaga kerja ini akan diikuti dengan peningkatan konsumsi untuk pemenuhan kebutuhan pekerja, seperti tempat tinggal, makanan dan minuman, serta kebutuhan lainnya. Ini akan menggerakkan sektor riil lokal.
Baca juga: BI Rekomendasikan Pemprov Kaltim Genjot Ekonomi Hijau dan Biru
Kebutuhan bahan/material bangunan, perlengkapan, dan peralatan konstruksi juga akan meningkat drastis, memberikan keuntungan bagi produsen dan distributor lokal.
Berikutnya adalah dengan berlanjutnya konstruksi proyek-proyek IKN akan meningkatkan optimisme pelaku usaha.
"Ini diharapkan menjadi pemicu peningkatan investasi secara umum di PPU dan Balikpapan," ucap Robi.
Selain itu, dampak selanjutnya adalah pertumbuhan UMKM yang dipicu kenaikan konsumsi dan investasi.
Hal ini akan menciptakan peluang besar bagi pertumbuhan UMKM di sektor jasa, perdagangan, dan penyedia kebutuhan dasar.
"Dengan sinergi antara penurunan suku bunga BI dan percepatan proyek IKN, Balikpapan dan PPU diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan, didorong oleh sektor-sektor kunci dan efek multiplier dari pembangunan ibu kota baru," pungkas Robi.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.