Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kaltim Bangga Punya 3 Gerbang Udara: SAMS, APT Pranoto, dan VVIP IKN

Kompas.com, 29 Juli 2025, 09:31 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Kalimantan Timur (Kaltim) kini berada di ambang era baru sebagai provinsi dengan infrastruktur udara terlengkap di Indonesia.

Kebanggaan ini mencuat setelah Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dengan antusias menyambut kunjungan Komisi V DPR RI pada Senin (28/7/2025) untuk meninjau progres pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sorotan utama kunjungan ini tak lain adalah Bandara VVIP IKN, yang kini diusulkan untuk menjadi bandara umum, melengkapi dua bandara besar yang sudah ada.

Bandara VVIP IKN: Gerbang Udara Multiguna

Puncak kebanggaan Kaltim terletak pada Bandara VVIP IKN. Bandara ini memiliki panjang landasan (runway) 3 km, taxiway 0,29 km, dan apron 0,47 km.

Baca juga: Bandara VVIP IKN Jadi Bandara Umum? Puan Maharani Tinjau Lapangan

Dengan anggaran pembangunan fantastis Rp4,2 triliun, saat ini Bandara VVIP IKN sedang dalam proses usulan untuk beralih fungsi menjadi bandara umum.

Jika usulan ini disetujui, Bandara VVIP IKN tidak hanya akan melayani tamu negara dan kepentingan kenegaraan, tetapi juga akan membuka pintu bagi penerbangan komersial.

Ini artinya akan membuka aksesibilitas yang lebih luas bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Baca juga: Ganti Rugi Lahan Bandara VVIP IKN, Warga Terima Sertifikat Reforma Agraria

"Bandara VVIP IKN akan menjadi gerbang udara baru yang modern dan strategis di jantung IKN," ujar Rudy, superit diwartakan Antara, Senin (28/7/2025).

Kaltim, Provinsi dengan Tiga Bandara Besar

Rudy tak bisa menyembunyikan rasa bangganya akan pencapaian ini. "Kami sangat bersyukur karena hanya Kaltim yang akan memiliki tiga bandara besar dalam satu provinsi di Indonesia," tegasnya.

Tiga bandara yang akan dimiliki Kaltim adalah:

  1. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMS) di Balikpapan
  2. Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto di Samarinda
  3. Bandara VVIP IKN (yang diusulkan menjadi umum)

Baca juga: Proyek Vital Bandara VVIP IKN Bikin Badan Bank Tanah Diapresiasi BPK

Kehadiran tiga bandara besar ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari peningkatan konektivitas yang luar biasa, mempermudah akses investasi, pariwisata, dan mobilitas penduduk.

Kaltim jelas akan menjadi poros pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia, didukung oleh infrastruktur udara kelas dunia.

Diskusi lanjutan antara Rudy dan Komisi V DPR RI di Gedung VVIP Bandara IKN usai peninjauan semakin mengukuhkan komitmen bersama untuk mempercepat dan menyempurnakan pembangunan ibu kota negara yang baru ini.

Progres IKN Dipuji DPR

Adapun kunjungan Komisi V DPR RI di IKN ini menurut Rudy, menjadi bukti nyata komitmen pemerintah terhadap pembangunan IKN.

Dia menjelaskan secara rinci kemajuan signifikan di berbagai sektor:

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau