Penulis
Pusat Kebudayaan Nusantara ini juga akan menjadi pusat diplomasi budaya Indonesia di kancah global, tempat bangsa-bangsa lain dapat menyaksikan kekayaan budaya Indonesia.
Dalam mrnyelenggarakan sayembara ini, Otorita IKN bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, serta asosiasi profesi terkemuka seperti Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI).
"Kolaborasi ini untuk memastikan sayembara memiliki standar profesional tertinggi dan menghasilkan karya terbaik anak bangsa," cetus Basuki.
Para peserta sayembara akan menghadapi tantangan unik, bagaimana merancang kompleks kebudayaan di dalam Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang didominasi oleh konsep green infrastructure dan smart city, sambil tetap menonjolkan keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia.
Baca juga: Momen Bersejarah, Salat Idul Fitri 2026 Digelar di Masjid Negara IKN
Desain yang diikusertakan dalam sayembara ini harus mampu mencerminkan keragaman budaya dari Sabang sampai Merauke, tanpa didominasi oleh satu suku atau etnis tertentu.
Desain juga harus memenuhi standar lingkungan hijau dan memanfaatkan teknologi cerdas, serta ampu berfungsi sebagai landmark budaya baru IKN, sebanding dengan fasilitas-fasilitas pemerintahan yang monumental.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang