Penulis
SAMARINDA, KOMPAS.com - Kolaborasi strategis antara Badan Bank Tanah (BBT) dan Universitas Mulawarman (Unmul) di Kalimantan Timur menandai sebuah momentum penting dalam pengelolaan aset negara.
Kerja sama ini adalah upaya terintegrasi untuk menyuntikkan kompetensi akademik ke dalam kebijakan pertanahan nasional, terutama di tengah dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
BBT, sebagai lembaga negara yang mengemban fungsi vital untuk kepentingan umum hingga reformasi agraria, seperti terlihat dalam pengelolaan lahan untuk Bandara VVIP IKN, kini secara proaktif merangkul dunia akademik untuk memperkuat landasan ilmiah kebijakannya.
Baca juga: Otorita IKN Jadi Pemerintah Daerah Khusus Tahun 2028
Sekretaris Badan Bank Tanah, Jarot Wahyu Wibowo, menegaskan bahwa kemitraan dengan Unmul adalah jalan dua arah.
Bagi BBT, kolaborasi ini adalah cara untuk mendapatkan nilai tambah dari kompetensi akademisi Unmul dalam merumuskan gagasan pengelolaan lahan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Jarot secara spesifik menyoroti perlunya evolusi dalam pendekatan pembangunan berkelanjutan. Jika selama ini pembangunan terpaku pada tiga unsur klasik Planet, People, dan Profit, maka BBT mendorong paradigma yang lebih holistik: Planet, People, Prosperity, dan Peace.
Baca juga: Investasi KPBU Rp 158,73 Triliun Mengucur ke IKN
"Model 4P ini menekankan bahwa pengelolaan lahan harus bertujuan menciptakan kesejahteraan dan perdamaian, bukan sekadar keuntungan finansial," kata Jarot, Selasa (25/11/2025).
Peran sivitas akademika Unmul dinilai strategis dalam menginternalisasi dan merumuskan gagasan 4P ini ke dalam langkah nyata di Kalimantan Timur.
Kebutuhan akan lahan menjadi isu mendesak bagi Unmul. Rektor Unmul Abdunnur menyambut baik kemitraan ini, mengingat Unmul terutama Fakultas Kehutanan, sangat kekurangan lahan untuk kegiatan pendidikan dan riset.
Pemanfaatan tanah negara untuk sarana dan prasarana pendidikan ini menjadi bentuk kontribusi konkret BBT terhadap kepentingan umum.
Baca juga: Belum Ada Insentif Pengganti Pemangkasan Hak Atas Tanah IKN
Namun, kolaborasi ini tidak berhenti pada penyediaan sarana. BBT juga membuka peluang bagi Unmul untuk terlibat langsung dalam kajian strategis terkait investasi regional.
Salah satu inisiatif yang sedang dipertimbangkan adalah pembentukan pusat studi bersama.
Fokusnya adalah pengembangan lahan yang tidak hanya membahas pengolahan tanah atau tata ruang yang bijaksana, tetapi juga merancang skema investasi yang tepat dan berkelanjutan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi provinsi.
Peran akademisi dalam menyiapkan kajian ilmiah sangat penting. Di tengah percepatan pembangunan IKN dan kebutuhan akan tata ruang yang bijaksana, masukan dari Unmul akan menjadi jangkar ilmiah yang memastikan arah pengembangan lahan BBT selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Baca juga: Basuki Tepis Isu Investor IKN Mundur karena Hak Atas Tanah Dianulir
Melalui sinergi BBT dan Unmul, diharapkan terwujud model kolaborasi yang semakin luas, dari riset, kajian kebijakan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Pada akhirnya akan memperkuat peran BBT sebagai pengelola aset negara sekaligus pendukung utama pembangunan berkelanjutan di pusat pertumbuhan baru Indonesia, Kalimantan Timur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang