Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Badan Bank Tanah Gandeng Unmul, Ciptakan Model Pembangunan 4P

Kompas.com, 26 November 2025, 06:00 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

SAMARINDA, KOMPAS.com - Kolaborasi strategis antara Badan Bank Tanah (BBT) dan Universitas Mulawarman (Unmul) di Kalimantan Timur menandai sebuah momentum penting dalam pengelolaan aset negara.

Kerja sama ini adalah upaya terintegrasi untuk menyuntikkan kompetensi akademik ke dalam kebijakan pertanahan nasional, terutama di tengah dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

BBT, sebagai lembaga negara yang mengemban fungsi vital untuk kepentingan umum hingga reformasi agraria, seperti terlihat dalam pengelolaan lahan untuk Bandara VVIP IKN, kini secara proaktif merangkul dunia akademik untuk memperkuat landasan ilmiah kebijakannya.

Baca juga: Otorita IKN Jadi Pemerintah Daerah Khusus Tahun 2028

Sekretaris Badan Bank Tanah, Jarot Wahyu Wibowo, menegaskan bahwa kemitraan dengan Unmul adalah jalan dua arah.

Bagi BBT, kolaborasi ini adalah cara untuk mendapatkan nilai tambah dari kompetensi akademisi Unmul dalam merumuskan gagasan pengelolaan lahan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Jarot secara spesifik menyoroti perlunya evolusi dalam pendekatan pembangunan berkelanjutan. Jika selama ini pembangunan terpaku pada tiga unsur klasik Planet, People, dan Profit, maka BBT mendorong paradigma yang lebih holistik: Planet, People, Prosperity, dan Peace.

Baca juga: Investasi KPBU Rp 158,73 Triliun Mengucur ke IKN

"Model 4P ini menekankan bahwa pengelolaan lahan harus bertujuan menciptakan kesejahteraan dan perdamaian, bukan sekadar keuntungan finansial," kata Jarot, Selasa (25/11/2025).

Peran sivitas akademika Unmul dinilai strategis dalam menginternalisasi dan merumuskan gagasan 4P ini ke dalam langkah nyata di Kalimantan Timur.

Lahan Riset dan Inisiatif Pusat Studi Bersama

Kebutuhan akan lahan menjadi isu mendesak bagi Unmul. Rektor Unmul Abdunnur menyambut baik kemitraan ini, mengingat Unmul terutama Fakultas Kehutanan, sangat kekurangan lahan untuk kegiatan pendidikan dan riset.

Pemanfaatan tanah negara untuk sarana dan prasarana pendidikan ini menjadi bentuk kontribusi konkret BBT terhadap kepentingan umum.

Baca juga: Belum Ada Insentif Pengganti Pemangkasan Hak Atas Tanah IKN

Namun, kolaborasi ini tidak berhenti pada penyediaan sarana. BBT juga membuka peluang bagi Unmul untuk terlibat langsung dalam kajian strategis terkait investasi regional.

Salah satu inisiatif yang sedang dipertimbangkan adalah pembentukan pusat studi bersama.

Fokusnya adalah pengembangan lahan yang tidak hanya membahas pengolahan tanah atau tata ruang yang bijaksana, tetapi juga merancang skema investasi yang tepat dan berkelanjutan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi bagi provinsi.

Penguatan Kebijakan Berbasis Kajian Ilmiah

Peran akademisi dalam menyiapkan kajian ilmiah sangat penting. Di tengah percepatan pembangunan IKN dan kebutuhan akan tata ruang yang bijaksana, masukan dari Unmul akan menjadi jangkar ilmiah yang memastikan arah pengembangan lahan BBT selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Baca juga: Basuki Tepis Isu Investor IKN Mundur karena Hak Atas Tanah Dianulir

Melalui sinergi BBT dan Unmul, diharapkan terwujud model kolaborasi yang semakin luas, dari riset, kajian kebijakan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Pada akhirnya akan memperkuat peran BBT sebagai pengelola aset negara sekaligus pendukung utama pembangunan berkelanjutan di pusat pertumbuhan baru Indonesia, Kalimantan Timur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau