Penulis
Secara estetika, Bandara Internasional Nusantara mengusung konsep desain berkelanjutan.
Arsitekturnya mengadopsi elemen budaya lokal Kalimantan yang dipadukan dengan konsep modern-eco friendly.
Baca juga: Penduduk Tertua di IKN Berusia 108 Tahun, Saksi Hidup Perang Dunia I hingga Covid
Atap terminal yang menyerupai bentuk perisai tradisional Suku Dayak diselaraskan dengan teknologi bangunan hijau yang memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara.
Hal ini sejalan dengan visi IKN sebagai sustainable forest city, di mana bangunan masif tidak seharusnya menyingkirkan alam, melainkan menjadi bagian dari ekosistem hutan yang lestari.
Terminalnya seluas 7.350 meter persegi didesain bukan hanya sebagai tempat transit, tetapi sebagai ruang kontemplasi yang memperkenalkan wajah Indonesia masa depan yang ramah lingkungan.
Memasuki pengujung tahun 2025, progres pembangunan fisik bandara telah mencapai tahap akhir yang sangat memuaskan.
Sektor-sektor kritikal seperti terminal penumpang, gedung administrasi, serta sistem navigasi udara terus dipacu penyelesaiannya.
Baca juga: Tahukah Anda, Separuh Populasi IKN adalah Generasi Muda?
Kementerian Perhubungan menargetkan, pada tahun 2026, status bandara ini akan ditingkatkan menjadi bandara komersial penuh.
Langkah ini krusial untuk melayani arus mobilitas ASN, diplomat asing, hingga pebisnis mancanegara yang akan membanjiri IKN menjelang pemindahan ibu kota secara bertahap pada 2028.
Pada akhirnya, Bandara Internasional Nusantara adalah lebih dari sekadar aspal sepanjang tiga kilometer.
Ruang tamu VVIP Bandara Internasional Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Di atas landasan ini, roda-roda pesawat dari berbagai penjuru bumi akan menyentuh tanah Kalimantan, membawa harapan akan pemerataan ekonomi dan kemajuan yang tidak lagi terpusat hanya di satu pulau.
Baca juga: Tol IKN Dibuka Gratis saat Nataru, Otorita Siapkan Manajemen Lalu Lintas
Bandara ini adalah awal dari perjalanan panjang Indonesia menuju fajar baru tahun 2026, di mana jarak antara IKN dan dunia internasional hanya dipisahkan oleh penerbangan dalam hitungan jam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang