Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Salah satu infrastruktur paling krusial di Ibu Kota Nusantara (IKN) konektivitas jalan tol.
Tol IKN ini baru saja melewati ujian pertamanya sebagai jalur fungsional selama masa Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Namun, seiring dengan berakhirnya masa fungsional tersebut, muncul pertanyaan besar di benak publik: Siapa yang sebenarnya akan mengelola tol ini secara permanen?
Baca juga: Pemerintah Upayakan Tol IKN Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran 2026
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Wilan Oktavian, memberikan penjelasan kepada Kompas.com, Senin (5/1/2026).
Hingga saat ini, Jalan Tol IKN masih berada dalam fase transisi dari pembangunan menuju operasional penuh.
Wilan menegaskan, BPJT masih menunggu kesiapan administratif dan teknis sebelum menunjuk pengelola resmi.
"Untuk pengelolaan selanjutnya saat beroperasi penuh nanti, kami masih menunggu semua kesiapannya dari Direktorat Jalan Bebas Hambatan (JBH) Kementerian PU. Untuk fungsional kemarin, kami berkoordinasi erat dengan Direktorat JBH dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur," jelas Wilan.
Baca juga: IKN dalam Bingkai Foto, Denyut Kehidupan, dan Hangatnya Kebersamaan
Secara teknis, selama masa fungsional, tanggung jawab berada di bawah Direktorat JBH dan BBPJN Kaltim karena statusnya yang masih merupakan proyek konstruksi aktif.
Nantinya, setelah dinyatakan laik operasi secara permanen, barulah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan ditunjuk untuk mengelola operasional dan pemeliharaan jangka panjang.
Kesuksesan Tol IKN melayani lebih dari 91.000 kendaraan selama 16 hari fungsional Nataru menjadi rapor hijau bagi pemerintah.
Wilan menyatakan, hasil evaluasi kebermanfaatan selama Nataru akan menjadi dasar utama untuk membuka kembali tol ini saat Idul Fitri 2026 mendatang.
Baca juga: Dilintasi Lebih dari 91.000 Kendaraan, Tol IKN Resmi Ditutup
"Bila hasilnya mendukung, tentu akan kita upayakan untuk difungsikan kembali saat Lebaran," tambahnya.
Hal ini memberikan angin segar bagi para pemudik di Kalimantan Timur yang ingin menghindari kemacetan di jalur nasional KM 38.
Untuk memahami betapa masifnya jaringan Jalan Tol IKN ini, kita perlu melihat profil teknis konektivitas Tol IKN.
Baca juga: SMA Taruna Nusantara IKN Mulai Terima Siswa Baru Tahun Ajaran 2026
Terdapat 10 ruas akses konektivitas yang dirancang untuk menyambungkan Balikpapan langsung ke jantung pemerintahan: