Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 5 Januari 2026, 23:01 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Salah satu infrastruktur paling krusial di Ibu Kota Nusantara (IKN) konektivitas jalan tol.

Tol IKN ini baru saja melewati ujian pertamanya sebagai jalur fungsional selama masa Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Namun, seiring dengan berakhirnya masa fungsional tersebut, muncul pertanyaan besar di benak publik: Siapa yang sebenarnya akan mengelola tol ini secara permanen?

Baca juga: Pemerintah Upayakan Tol IKN Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran 2026

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Wilan Oktavian, memberikan penjelasan kepada Kompas.com, Senin (5/1/2026).

Hingga saat ini, Jalan Tol IKN masih berada dalam fase transisi dari pembangunan menuju operasional penuh.

Wilan menegaskan, BPJT masih menunggu kesiapan administratif dan teknis sebelum menunjuk pengelola resmi.

"Untuk pengelolaan selanjutnya saat beroperasi penuh nanti, kami masih menunggu semua kesiapannya dari Direktorat Jalan Bebas Hambatan (JBH) Kementerian PU. Untuk fungsional kemarin, kami berkoordinasi erat dengan Direktorat JBH dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur," jelas Wilan.

Baca juga: IKN dalam Bingkai Foto, Denyut Kehidupan, dan Hangatnya Kebersamaan

Secara teknis, selama masa fungsional, tanggung jawab berada di bawah Direktorat JBH dan BBPJN Kaltim karena statusnya yang masih merupakan proyek konstruksi aktif.

Nantinya, setelah dinyatakan laik operasi secara permanen, barulah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan ditunjuk untuk mengelola operasional dan pemeliharaan jangka panjang.

Evaluasi Nataru, Tiket Menuju Mudik Lebaran 2026

Kesuksesan Tol IKN melayani lebih dari 91.000 kendaraan selama 16 hari fungsional Nataru menjadi rapor hijau bagi pemerintah.

Wilan menyatakan, hasil evaluasi kebermanfaatan selama Nataru akan menjadi dasar utama untuk membuka kembali tol ini saat Idul Fitri 2026 mendatang.

Baca juga: Dilintasi Lebih dari 91.000 Kendaraan, Tol IKN Resmi Ditutup

"Bila hasilnya mendukung, tentu akan kita upayakan untuk difungsikan kembali saat Lebaran," tambahnya.

Hal ini memberikan angin segar bagi para pemudik di Kalimantan Timur yang ingin menghindari kemacetan di jalur nasional KM 38.

Untuk memahami betapa masifnya jaringan Jalan Tol IKN ini, kita perlu melihat profil teknis konektivitas Tol IKN.

Baca juga: SMA Taruna Nusantara IKN Mulai Terima Siswa Baru Tahun Ajaran 2026

Terdapat 10 ruas akses konektivitas yang dirancang untuk menyambungkan Balikpapan langsung ke jantung pemerintahan:

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau