Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa IKN Disebut Pakar Kebijakan Publik Amerika Proyek Ambisius?

Kompas.com, 17 Januari 2026, 11:30 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai lebih dari sekadar narasi pemindahan pusat administrasi dari satu titik koordinat ke titik lainnya.

Di mata komunitas intelektual dan praktisi infrastruktur global, IKN adalah sebuah anomali positif, eksperimen skala besar yang menguji batas antara impian keberlanjutan dan realitas teknis.

Istilah "proyek ambisius" disematkan pada IKN oleh pakar kebijakan publik dari University of Maryland, Prof. Thomas C. Hilde, Ph.D.

Namun, di balik kata tersebut, terdapat pengakuan terhadap keberanian Indonesia dalam mendefinisikan ulang konsep kota masa depan.

Diplomasi Akademik

Tom, sapaan akrabnya, beserta delegasi periset lainnya dari School of Public Policy, University of Maryland, berkunjung ke IKN pada Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Apa Ibu Kota Indonesia, Jakarta atau IKN?

Sebagai institusi yang berbasis di dekat jantung kebijakan publik dunia, Washington D.C., pandangan mereka memberikan bobot intelektual tersendiri terhadap progres pembangunan IKN, di Kalimantan Timur ini.

Tom menegaskan bahwa predikat "ambisius" yang melekat pada IKN adalah sebuah keniscayaan yang bernada optimistis.

"IKN merupakan proyek ambisius yang luar biasa. Ambisi ini sangat dibutuhkan untuk menciptakan masa depan yang hijau. Semoga IKN akan terus menjadi percontohan di dunia," ungkap Tom, sapaan akrabnya, dalam diskusi strategis tersebut.

Baca juga: Otorita IKN Gusur 39 Lapak Besi Tua dan 18 Lapo Tuak Ilegal

Menurut pandangan akademik ini, ambisi bukan berarti ketidakmungkinan, melainkan keberanian untuk keluar dari status quo pembangunan kota konvensional.

Pengakuan dari USTDA

Jika akademisi melihat dari sudut pandang kebijakan dan keberlanjutan, praktisi infrastruktur melihatnya dari sisi skala dan kompleksitas teknis.

Sebagaimana disampaikan oleh Direktur United States Trade and Development Agency (USTDA) 2022-2025, Enoh T Ebong, sebelumnya.

Ebong yang saat ini merupakan President of the Global Development Department at the Center for Strategic and International Studies (CSIS) memberikan testimoni yang cukup mengejutkan bagi dunia internasional.

Baca juga: Membedah Kesiapan Bandara Nusantara IKN untuk Penerbangan Komersial

Dalam forum Business and Investment Roundtable di Los Angeles (2/5/2024), Ebong menyatakan bahwa selama dua dekade kariernya di bidang infrastruktur global, ia belum pernah menyaksikan proyek semasif IKN.

"Pembangunan IKN merupakan pekerjaan yang luar biasa yang belum pernah saya lihat sebelumnya selama 20 tahun karier saya. IKN dapat melakukannya dengan kerja dan dedikasi yang baik," ujar Ebong.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN 2022-2025, Prof Mohammed Ali Berawi, memandang IKN sebagai "kesempatan langka" bagi peradaban modern untuk membangun kota dari nol (greenfield) dengan standar terbaik dunia.

Baca juga: Menetap di Tengah Hutan demi Janji Peradaban, Dedikasi Basuki buat IKN

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau