NUSANTARA, KOMPAS.com - Di hamparan tanah seluas 262.000 hektar yang membelah keheningan hutan Kalimantan Timur, sebuah peradaban baru sedang dirakit pilar demi pilar.
Di balik deru mesin dan megahnya struktur beton yang kini menjulang, terselip satu nama yang menjadi personifikasi dari ketangguhan dan visi pembangunan Indonesia masa depan: Mochamad Basuki Hadimuljono.
Baca juga: Menteri PU Endorse IKN, Investor Jangan Ragu Masuk
Sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), pria kelahiran Surakarta, 5 November 1954 ini bukan sekadar birokrat yang menduduki jabatan strategis; ia adalah seorang dirigen yang sedang mengorkestrasi transisi historis pusat pemerintahan Indonesia.
Perjalanan Basuki menuju puncak kepemimpinan di IKN merupakan sebuah narasi panjang tentang ketekunan yang bersahaja.
Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini menempa intelektualitasnya hingga meraih gelar master dan doktoral di Colorado State University, Amerika Serikat.
Namun, di balik kecemerlangan akademisnya, tersimpan kisah humanis yang menggugah.
Basuki pernah menceritakan bagaimana ia berjibaku menaklukkan keterbatasan bahasa saat menempuh studi di negeri Paman Sam.
Dengan cara yang sangat membumi, ia belajar kosa kata Bahasa Inggris melalui kemasan sampo di kamar mandi, sebuah fragmen hidup yang menunjukkan bahwa kebesaran seringkali dimulai dari ketelitian pada hal-hal kecil.
Baca juga: Apa yang Dikoreksi Prabowo Saat Kunjungan Perdana di IKN?
"Setiap duduk nongkrong di kamar mandi itu saya baca apa itu yang namanya sampo, luxury shampoo, opo iki, mana adjective-nya, mana verb-nya," kenang Basuki dengan dialek khasnya yang jenaka namun penuh makna dalam sebuah acara ESG Lecture.
Filosofi "belajar dari sampo" ini kemudian bertransformasi menjadi ketelitian luar biasa dalam mengelola anggaran dan desain infrastruktur raksasa di tanah air.
Dedikasi Basuki selama lebih dari tiga dekade di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah membentuk karakternya menjadi sosok yang "lapangan banget".
Sejak dilantik sebagai Menteri PUPR pada tahun 2014 oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo, ia dikenal sebagai panglima infrastruktur yang tak segan berlumur debu demi memastikan jalan, bendungan, dan perumahan rakyat terbangun dengan presisi.
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Pertegas Keberlanjutan Pembangunan IKN
Kini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, mandat tersebut mengalami eskalasi. Basuki dilantik sebagai Kepala Otorita IKN definitif pada 5 November 2024, sebuah tanggung jawab yang menempatkannya sebagai ujung tombak dalam merealisasikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025.
Bagi Basuki, IKN bukan sekadar proyek konstruksi, melainkan sebuah komitmen konstitusional yang sakral.
Ia mencermati bahwa Presiden Prabowo telah mengikatkan diri secara politis dan hukum untuk menjadikan IKN sebagai wajah Indonesia di mata dunia.
Baca juga: Kunjungi IKN, Wamendagri Bima Arya Minum Air Langsung dari Keran