Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pisau Bedah IAI: Koreksi Prabowo atas Desain IKN untuk Investasi Iklim

Kompas.com, 17 Januari 2026, 14:47 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

"Di wilayah dengan potensi kebakaran hutan tinggi, ketersediaan air dan kelembapan udara yang terjaga adalah kunci keamanan wilayah," jelas Prasetyo.

Respons teknis atas arahan ini pun mulai terwujud. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, telah melaporkan implementasi metode sensor panas di titik-titik strategis KIPP guna mendeteksi dini potensi titik api.

Langkah ini sekaligus merupakan wujud integrasi antara teknologi cerdas dan manajemen lanskap.

Menimbang Investasi Lingkungan

Memang, perubahan desain pada tahap DED membawa implikasi pada penambahan anggaran konstruksi maupun biaya pemeliharaan.

Namun, jika dilihat dengan kacamata ekonomi keberlanjutan, argumen "beban anggaran" menjadi tidak relevan jika dibandingkan dengan risiko kegagalan ekologis di masa depan.

Boegar menegaskan bahwa biaya tambahan ini adalah bentuk investasi untuk masa depan.

Baca juga: Membedah Kesiapan Bandara Nusantara IKN untuk Penerbangan Komersial

"Langkah ini sejalan dengan prinsip climate-resilient city. Efisiensi energi dari gedung yang dikelilingi vegetasi dan air, yang secara alami menurunkan suhu udara, akan jauh lebih besar manfaatnya secara finansial dalam jangka panjang dibanding biaya konstruksi saat ini," tambahnya.

Adapun kunjungan kerja Presiden Prabowo pada 12-13 Januari 2026 lalu memperjelas garis waktu pembangunan.

Bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Presiden melakukan inspeksi mendalam pada infrastruktur KIPP  termasuk Istana Negara dan Kantor Sekretariat Kabinet.

Presiden menekankan percepatan pembangunan fasilitas legislatif dan yudikatif dengan target operasional penuh pada tahun 2028.

Baca juga: Menetap di Tengah Hutan demi Janji Peradaban, Dedikasi Basuki buat IKN

Ini adalah pesan kuat kepada komunitas internasional bahwa Indonesia tidak hanya membangun kota cerdas (smart city), tetapi juga "Ibu Kota Politik" yang tangguh menghadapi perubahan zaman.

Seskab Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa seluruh elemen pemerintahan kini bekerja dalam ritme yang sama untuk menerjemahkan koreksi Presiden menjadi aksi nyata.

"Kepala Otorita IKN telah berkonsultasi secara intensif mengenai masukan Presiden saat kunjungan kemarin. Fokus kita adalah memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana namun tetap memiliki kelenturan untuk terus diperbaiki demi kebaikan publik," ungkap Teddy pada Kamis (15/01/2026).


Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau