Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mempertegas upayanya sebagai episentrum baru bagi transformasi kebudayaan Indonesia.
Melalui "Sayembara Desain Bangunan dan Kawasan Pusat Kebudayaan Ibu Kota Nusantara", Otorita IKN bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia (IARKI) secara resmi telah mengurasi tiga gagasan arsitektural terbaik, sekaligus melangkah ke Tahap Penjurian II-B.
Baca juga: 50 Tim Siap Bertarung di Sayembara Nusantara Cultural Center IKN
Ketiga karya PKN-0013, PKN-0042, dan PKN-0063, lolos sebagai finalis setelah melalui hasil seleksi ketat. Dari 35 karya yang berhasil melalui proses administrasi, kemudian diseleksi menjadi 11, dan dikurasi lagi menjadi 3.
Ketiganya terpilih karena eksplorasi desainnya matang, berakar pada memori kolektif bangsa, sekaligus adaptif terhadap tantangan ruang budaya masa depan.
Karya mereka yang dinilai melebihi ekpektasi ini, akan diuji lagi minggu depan untuk presentasi akhir di hadapan dewan juri.
Sayembara yang diinisiasi oleh Otorita IKN ini dimulai sebagai ajakan terbuka bagi para arsitek dan desainer nasional untuk mendefinisikan jati diri visual "Pusat Kebudayaan Nusantara".
Tujuan utama dari kompetisi ini adalah melahirkan konsep kawasan yang tidak hanya megah secara estetika, tetapi mampu menjadi wadah interaksi sosial yang inklusif, berkelanjutan, dan merefleksikan keragaman etnis serta kekayaan hayati Indonesia.
Baca juga: 53 Peserta Ikut Penjelasan Teknis Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN
Filosofi dasar yang ditekankan adalah integrasi antara manusia, alam, dan budaya. Sebagaimana visi IKN sebagai Forest City, Pusat Kebudayaan Nisantara ini diharapkan menjadi simbol peradaban yang menghormati ekologi tanpa kehilangan relevansi modernitasnya.
Berdasarkan dokumen visual yang dirilis panitia via laman Isntagram resmi Otorita IKN, ketiga finalis menampilkan pendekatan tipologi bangunan yang kontras namun saling melengkapi dalam menafsirkan identitas bangsa:
PKN - 0013: Sinfoni Puspa Negara
Karya ini mengusung geometri melingkar yang dinamis dengan struktur berundak yang menyerupai kelopak bunga atau terasering sawah.
Penggunaan material kayu atau elemen berwarna terakota mendominasi fasad, memberikan kesan hangat dan membumi.
Desain ini seolah-olah "tumbuh" dari lahan, dengan vegetasi yang memenuhi area atap (green roof), menciptakan dialog yang harmonis antara struktur buatan manusia dan hutan di sekelilingnya.
PKN - 0042: Kisah yang Ditenun oleh Rimba
Desain ini tampil dengan bentuk yang lebih organik dan futuristik. Atap raksasanya memiliki pola anyaman tipis yang menyerupai tekstur kain tenun tradisional atau kerajinan bambu Nusantara.
Bentuk bangunan yang melengkung elegan ini menciptakan ruang interior yang luas namun tetap terlindungi, memberikan metafora tentang perlindungan rimba terhadap narasi budaya yang ada di dalamnya.
PKN - 0063: Cerlang Nusantara
Berbeda dengan karya lainnya, PKN-0063 tampil berani dengan bentuk angular dan asimetris yang menjulang tajam ke arah langit.
Strukturnya menyerupai bongkahan kristal atau siluet perahu tradisional yang sedang melaju.
Permainan material transparan dan masif pada fasadnya menciptakan efek pantulan cahaya yang dinamis, merefleksikan konsep "cerlang" atau kecemerlangan peradaban yang terus bergerak maju menuju masa depan.
Para finalis yang terpilih tidak hanya memperebutkan kehormatan untuk membangun wajah budaya bangsa, tetapi juga total hadiah yang sangat kompetitif sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi intelektual mereka.
Meskipun urutan tampilan tidak berdasarkan peringkat, kualitas desain yang ditunjukkan menunjukkan bahwa arsitektur Indonesia telah siap bersaing di kancah global.
Baca juga: Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN Berhadiah Rp 1,15 Miliar
Ketiga tim akan segera memasuki tahap Penjurian II-B, di mana aspek teknis, keberlanjutan struktur, dan efisiensi ruang akan diuji lebih dalam oleh dewan juri yang terdiri dari pakar planologi, budayawan, dan arsitek senior.
Pengumuman pemenang utama akan menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan pembangunan IKN, sekaligus janji bahwa di tanah Kalimantan ini, kebudayaan akan tetap menjadi ruh bagi kemajuan bangsa.
Baca juga: Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN Dibuka 5 November 2025
Kompetisi desain ini menawarkan penghargaan yang setimpal bagi para pemenang yang karyanya terpilih untuk membangun masa depan kebudayaan di IKN, dengan total Rp 1,15 miliar.