Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com – Teka-teki mengenai kapan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka akan mulai berkantor di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menemukan titik terang.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memberikan sinyal kuat bahwa perpindahan tersebut dijadwalkan berlangsung pada tahun ini, menyusul progres fisik Istana Wakil Presiden yang telah melewati proses Provisional Hand Over (PHO).
Baca juga: IKN Bakal Punya Concert Hall Kelas Dunia, Mulai Dibangun 2027
Kehadiran Gibran di IKN bukan sekadar perpindahan administratif, melainkan simbol dimulainya babak baru pemerintahan di jantung Kalimantan.
Istana Wakil Presiden yang akan ditempatinya pun mencuri perhatian publik, bukan hanya karena kemegahannya, tetapi juga karena fasilitas eksklusif yang ada di dalamnya.
Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN) mengadopsi langgam arsitektural Huma Betang Umai. Istana ini dilengkapi kolam renang 50 meterBasuki mengungkapkan progres fisik Istana Wakil Presiden sudah mencapai 100 persen. Saat ini, fokus utama beralih pada pengadaan furnitur dan interior.
Baca juga: Cerlang Nusantara Karya Yori Antar Juara Sayembara Desain Pusat Kebudayaan IKN
"Progres fisiknya sudah selesai, tinggal furnitur. Kalau furnitur Istana Presiden dan Istana Wakil Presiden itu tanggung jawab Sekretariat Negara," ujar Basuki menjawab Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Menariknya, Basuki membocorkan salah satu fasilitas yang ada di dalam kediaman resmi Wapres tersebut, yakni kolam renang berukuran olimpiade sepanjang 50 meter.
Ia menyebutkan bahwa Gibran telah meninjau langsung dan merasa cocok dengan desain bangunan yang menyertakan fasilitas relaksasi khusus.
"Enggak ada catatan khusus dari Mas Gibran (terkait Istana Wapres). Beliau sudah merasa cocok, ada kolam renang olympic size di dalam. Ibu (Selvi Ananda) kemarin juga sudah ke sini melihat," tambahnya.
Baca juga: Komisi VI DPR: Pembangunan IKN Tahap II Harus Diawasi secara Ketat
Meski sempat berseloroh mengenai ukurannya, Basuki memastikan fasilitas tersebut dirancang secara proporsional untuk menunjang aktivitas Wapres.
Kesiapan berkantor di IKN juga dibuktikan dengan mulai bergeraknya tim pendukung. Sebanyak 50 orang staf Wapres dilaporkan telah berada di IKN untuk melakukan persiapan teknis, mulai dari survei furnitur hingga penataan ruang kerja di ASN Tower 1.
Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Nusantara (IKN) didominasi kayu ulin pada fasad, struktur, dan elemen dekoratif dikombinasikan dengan kayu jati.Di balik kemegahan dan fasilitas modernnya, Istana Wakil Presiden mengusung filosofi desain yang sangat mendalam karya SHAU Architects, yang bertajuk "Huma Betang Umai".
Desain ini memenangkan kompetisi arsitektur karena keberhasilannya menerjemahkan identitas lokal Kalimantan ke dalam narasi global.
Baca juga: Ternyata, Investor Asing yang Resmi Masuk IKN Baru Satu, Siapa Dia?
Huma Betang (Rumah Panjang) merupakan simbol kebersamaan, kesetaraan, dan gotong royong masyarakat Dayak.
Sementara "Umai" berarti Ibu, yang melambangkan pengayoman dan kasih sayang. Filosofi ini menempatkan Istana Wapres sebagai "Rumah Ibu" yang inklusif, tempat di mana kebijakan negara dirumuskan dengan semangat kekeluargaan dan keramahan terhadap alam.
Secara teknis, desain ini mengadopsi prinsip arsitektur tropis modern. Bangunannya dirancang memiliki rongga dan sirkulasi udara alami yang masif, meminimalkan penggunaan energi, serta sangat menghargai topografi lahan asli. Ini selaras dengan visi IKN sebagai Smart Forest City.
Kediaman Wakil Presiden di Kompleks Istana Wakil Presiden, Ibu Kota Nusantara (IKN)Tak hanya Istana Wapres, Basuki juga memberikan update mengenai pembangunan fasilitas pendukung kebudayaan dan religi.
Masjid Negara IKN diproyeksikan sudah bisa digunakan untuk salat Tarawih dan Idul Fitri pada tahun ini, meskipun pengadaan interiornya masih terus digenjot.
Baca juga: Akhirnya, Raksasa Properti Dubai Resmi Investasi Rp 4 Triliun di IKN
Terkait target jangka panjang, Basuki menegaskan optimisme pemerintah untuk menuntaskan seluruh infrastruktur utama ekosistem pemerintahan, termasuk lembaga yudikatif dan legislatif, pada tahun 2028.
"Harus optimistis tuntas 2028. Pembangunan IKN saat ini secara umum sudah berjalan baik, jalan akses hingga sumbu kebangsaan sudah selesai 100 persen. Sekarang kita masuk ke Batch 2 untuk melengkapi fasilitas hunian dan perkantoran lainnya," pungkas Basuki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang