Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memberikan sinyal kuat bahwa perpindahan tersebut dijadwalkan berlangsung pada tahun ini, menyusul progres fisik Istana Wakil Presiden yang telah melewati proses Provisional Hand Over (PHO).
Kehadiran Gibran di IKN bukan sekadar perpindahan administratif, melainkan simbol dimulainya babak baru pemerintahan di jantung Kalimantan.
Istana Wakil Presiden yang akan ditempatinya pun mencuri perhatian publik, bukan hanya karena kemegahannya, tetapi juga karena fasilitas eksklusif yang ada di dalamnya.
"Progres fisiknya sudah selesai, tinggal furnitur. Kalau furnitur Istana Presiden dan Istana Wakil Presiden itu tanggung jawab Sekretariat Negara," ujar Basuki menjawab Kompas.com, Jumat (30/1/2026).
Menariknya, Basuki membocorkan salah satu fasilitas yang ada di dalam kediaman resmi Wapres tersebut, yakni kolam renang berukuran olimpiade sepanjang 50 meter.
Ia menyebutkan bahwa Gibran telah meninjau langsung dan merasa cocok dengan desain bangunan yang menyertakan fasilitas relaksasi khusus.
"Enggak ada catatan khusus dari Mas Gibran (terkait Istana Wapres). Beliau sudah merasa cocok, ada kolam renang olympic size di dalam. Ibu (Selvi Ananda) kemarin juga sudah ke sini melihat," tambahnya.
Meski sempat berseloroh mengenai ukurannya, Basuki memastikan fasilitas tersebut dirancang secara proporsional untuk menunjang aktivitas Wapres.
Kesiapan berkantor di IKN juga dibuktikan dengan mulai bergeraknya tim pendukung. Sebanyak 50 orang staf Wapres dilaporkan telah berada di IKN untuk melakukan persiapan teknis, mulai dari survei furnitur hingga penataan ruang kerja di ASN Tower 1.
Desain ini memenangkan kompetisi arsitektur karena keberhasilannya menerjemahkan identitas lokal Kalimantan ke dalam narasi global.
Huma Betang (Rumah Panjang) merupakan simbol kebersamaan, kesetaraan, dan gotong royong masyarakat Dayak.
Sementara "Umai" berarti Ibu, yang melambangkan pengayoman dan kasih sayang. Filosofi ini menempatkan Istana Wapres sebagai "Rumah Ibu" yang inklusif, tempat di mana kebijakan negara dirumuskan dengan semangat kekeluargaan dan keramahan terhadap alam.
Secara teknis, desain ini mengadopsi prinsip arsitektur tropis modern. Bangunannya dirancang memiliki rongga dan sirkulasi udara alami yang masif, meminimalkan penggunaan energi, serta sangat menghargai topografi lahan asli. Ini selaras dengan visi IKN sebagai Smart Forest City.
Masjid Negara IKN diproyeksikan sudah bisa digunakan untuk salat Tarawih dan Idul Fitri pada tahun ini, meskipun pengadaan interiornya masih terus digenjot.
Terkait target jangka panjang, Basuki menegaskan optimisme pemerintah untuk menuntaskan seluruh infrastruktur utama ekosistem pemerintahan, termasuk lembaga yudikatif dan legislatif, pada tahun 2028.
"Harus optimistis tuntas 2028. Pembangunan IKN saat ini secara umum sudah berjalan baik, jalan akses hingga sumbu kebangsaan sudah selesai 100 persen. Sekarang kita masuk ke Batch 2 untuk melengkapi fasilitas hunian dan perkantoran lainnya," pungkas Basuki.
https://ikn.kompas.com/read/2026/01/30/200644487/istana-wakil-presiden-di-ikn-dilengkapi-kolam-renang-50-meter