Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 4 Februari 2026, 11:07 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Di tengah ambisi besar mewujudkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota masa depan yang berkelanjutan, ketersediaan air bersih menjadi prasyarat mutlak yang tidak bisa ditawar.

Menjawab tantangan tersebut, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus memacu pengerjaan Proyek Jaringan Interkoneksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sepaku yang kini telah memasuki fase krusial.

Baca juga: Perusahaan Keluarga Pemilik RotiO Bangun Hotel di IKN

Hingga awal tahun 2026, progres fisik proyek strategis ini telah menyentuh angka 86 persen.

Dengan tren positif ini, WIKA optimistis infrastruktur vital penyokong ketahanan air (water security) tersebut akan rampung sesuai target pada Maret 2026 mendatang.

Presisi Konstruksi dan Efisiensi Material

Keberhasilan WIKA menjaga ritme pengerjaan tercermin dari detail capaian di lapangan.

Pekerjaan pemasangan pipa yang merupakan tulang punggung distribusi air kini sudah mencapai 96 persen.

Sementara itu, konstruksi jembatan sepanjang 100 meter telah berdiri kokoh dengan progres 95 persen, dan pembangunan reservoir berkapasitas 2.000 meter kubik terus dikejar di angka 75 persen.

Baca juga: Basuki Biasakan Penyebutan Pulang Ke IKN, Alih-alih Jawa

Namun, di balik angka-angka tersebut, aspek yang paling menonjol adalah penggunaan teknologi Building Information Modeling (BIM).

WIKA membuktikan bahwa digitalisasi konstruksi bukan sekadar tren, melainkan solusi efisiensi nyata.

Melalui BIM, manajemen limbah material pipa berhasil ditekan secara drastis dari batas toleransi standar 3,0 persen menjadi hanya 1,2 persen pada tahap pelaksanaan.

"Pembangunan Jaringan Interkoneksi IPA Sepaku bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi fondasi penting bagi ketahanan air dan kualitas hidup masyarakat di kawasan IKN dan sekitarnya," tutur Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, dikutip Kompas.com, Rabu (4/2/2026).

Baca juga: Ada Kolam Renang Olympic Size 50 Meter di Istana Wakil Presiden IKN

Agung menambahkan bahwa presisi yang dihasilkan melalui inovasi konstruksi ini adalah bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap mutu dan biaya.

"WIKA berkomitmen menghadirkan infrastruktur air minum yang andal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang, sejalan dengan Asta Cita dan visi pembangunan Indonesia ke depan," imbuhnya.

Pilar Ketahanan Air dan Pemerataan

Proyek ini diproyeksikan menjadi "nyawa" bagi sistem air minum regional di kawasan Sepaku dan IKN.

Dengan jaringan transmisi berkapasitas besar, ketergantungan terhadap sumber air lokal yang rentan terhadap faktor musiman kini mulai memiliki solusi permanen.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau