Penulis
Pemberdayaan ini bukan belaka soal ekonomi, melainkan tentang membangun ekosistem perempuan yang mandiri, berdaya, sekaligus berbudaya.
Meski omzet tahunannya masih merangkak di angka Rp 200 juta, Dyah memandangnya sebagai progres yang nyata setelah mendapatkan pendampingan intensif untuk merapikan laporan keuangan dan strategi pemasaran.
Langkah Dyah dan para perajin lokal Balikpapan berbuah manis. Ia mendapatkan uluran bantuan melalui pembinaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, melihat potensi besar batik Kalimantan untuk lepas landas dari stigma produk lokal yang sering kali kehilangan identitasnya.
"Ini adalah langkah strategis untuk menempatkan batik Balikpapan sebagai produk premium yang memiliki nilai seni, filosofi, dan daya saing global," ujar Robi.
Melalui program pelatihan komprehensif di kota-kota sentra batik, seperti Solo, para perajin diharapkan mampu mengadopsi teknologi modern dan memperkuat narasi (storytelling) di balik setiap helai wastra Nusantara untuk menjangkau pasar anak muda dan internasional.
Terlebih penciptaan ruang dengan kelengkapan ekosistem pemasaran serta pembayaran secara digital atau digital marketing dan QRIS pada payment gateway yang digunakan, peluang untuk mendapatkan pangsa, dan pertumbuhan pendapatan akan semakin nyata di depan mata.
Target Robi adalah membawa karya-karya inovatif dari Balikpapan untuk bersinar di panggung Karya Kreatif Indonesia (KKI) Nasional 2026.
Dan bagi Dyah, upaya BI Balikpapan akan diterapkan semaksimal mungkin melalui target pertumbuhan omzet tahunan yang terukur, dengan angka tiga digit atau dalam hitungan lebih dari Rp 1 miliar dalam lima tahun ke depan.
"Perjalanan ini adalah pelangi yang disediakan-Nya bagi mereka yang terus berjuang," imbuhnya.
Batik Balikpapan kini bukan lagi semata wastra daerah, melainkan simbol kegigihan seorang perempuan yang memilih untuk tetap rendah hati dan menjadi berkat bagi sesama melalui goresan malam yang abadi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang