Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadi Kota Kembar Astana, Nusantara Siap Bangun Ekosistem Mobilitas Cerdas

Kompas.com, 4 Februari 2024, 06:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Sergek Projects, perusahaan solusi kota dan mobilitas pintar meluncurkan proyek Proof-of-Concept (POC) di Nusantara, ibu kota baru Indonesia, yang dimulai 30 Januari 2024.

Inisiatif yang berlangsung selama tiga bulan itu mencakup wilayah Nusantara dan Balikpapan, akan membawa manajemen lalu lintas, penegakan hukum, dan keberlanjutan ekologis dalam transportasi ke tingkat yang lebih tinggi.

Inisiatif kerjasama antara Sergek dan Otorita Ibu Kota Nusantara ini (IKN) melibatkan Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan Balikpapan, Dinas Komunikasi dan Informatika Balikpapan, Kasatlantas Balikpapan, KasatLantas Polres Penajam Paser Utara, dan Kasatlantas Samarinda.

Baca juga: Mantan Gubernur Kaltim Pasang Badan jika Ada yang Macam-macam dengan IKN

Ruang lingkup POC meliputi analisis cetak biru dan rencana induk yang ada, lokakarya pengumpulan informasi dengan pemangku kepentingan utama, dan penentuan prioritas berdasarkan kebutuhan Nusantara, Balikpapan, Samarinda dan Kementerian Perhubungan.

Meskipun POC dilaksanakan di Balikpapan, kasus penggunaan dan hasilnya lebih luas lagi, sehingga menawarkan penerapan di Nusantara dan berbagai pemangku kepentingan utama di seluruh Indonesia.

VP Global Markets Sergek Projects Alyona Tkachenko mengatakan, Nusantara berdiri sebagai kota kembar Astana di Kazakhstan. Sergek memainkan peran penting dalam mengatur hasil yang berdampak.

Di Astana, pengaruh Sergek melampaui teknologi, menggali seluk-beluk proses dan pengembangan kapasitas.

Perjalanan ini ditandai dengan kolaborasi yang mulus antara Sergek, Kementerian dan Pemerintahan Kota.

Baca juga: Intip Progres Istana Negara, Istana Presiden dan Lapangan Upacara IKN

"Visi kami untuk mereplikasi hasil luar biasa ini bagi Nusantara, kota kembar kami, hanya dapat diimbangi dengan komitmen kami untuk mendorong pertumbuhan, dengan memberikan penekanan kuat pada teknologi, proses, dan sumber daya manusia," tutur Alyona.

Nusantara siap menjadi kota modern masa depan dengan ekosistem tiga kota yang memiliki enam komponen smart city, salah satunya transportasi dan mobilitas yang menjadi fokus POC.

POC ini mencakup penerapan Sistem Manajemen Lalu Lintas dan Parkir Tingkat Lanjut (ATPMS) dan Sistem Angkutan Umum Tingkat Lanjut (APTS), yang dilengkapi dengan sistem penegakan hukum lalu lintas di bidangnya.

Deputi Transformasi Hijau dan Digital OIKN Mohammed Ali Berawi menyatakan dukungan kuat terhadap kolaborasi nasional dan internasional dalam bentuk POC untuk implementasi teknologi maju di Nusantara, termasuk smart transportation and mobility.

Ali menyoroti pentingnya inisiatif ini dalam memanfaatkan teknologi untuk pengembangan Nusantara, menekankan visi Nusantara sebagai kota dunia untuk semua.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital OIKN Tonny Agus Setiono menggarisbawahi komitmen untuk menjadikan Nusantara sebagai teladan kehidupan perkotaan modern, dengan Intelligent Transportation System (ITS) yang memainkan peran penting.

"Oleh karena itu, POC ini merupakan langkah mewujudkan visi Nusantara yang terhubung, berkelanjutan, dan maju secara teknologi," imbuh Tonny.

Baca juga: Proyek PLTS Senilai Rp 465,22 Miliar di PPU Masuki Tahap Penjajakan

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Sergek telah berkolaborasi dengan Cisco, pemimpin teknologi dunia untuk menyediakan konektivitas dasar yang mendukung sistem lalu lintas cerdas dengan solusi infrastruktur jaringan dan pusat datanya.

Sebagai bagian dari kolaborasi yang lebih besar untuk mewujudkan POC yang sukses, Sergek dan PT Telkom Indonesia Tbk juga menjalin kemitraan strategis untuk konektivitas Internet. Kemitraan ini akan melampaui POC ini dan menjajaki bidang kolaborasi lain untuk Nusantara dan Indonesia.

OIKN dan Sergek akan memberikan informasi terkini tengah semester untuk menunjukkan hasil POC seiring perkembangannya.

POC ini diharapkan dapat memenuhi prinsip-prinsip inti dan indikator kinerja utama dalam masterplan Transportasi Nusantara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau