Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Orang Kaltim Beli Rumah di Grand City karena Promosi IKN dan Gengsi

Kompas.com, 2 Februari 2024, 13:51 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Ada fenomena menarik yang terjadi di perumahan Grand City, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Masyarakat yang membeli rumah atau unit-unit komersial di kawasan ini punya motivasi gengsi, prestige, dan juga kebanggaan atau pride.

Hal ini diungkapkan Vice President Sinarmas Land untuk East Indonesia (Kalimantan dan Sulawesi) Limjan Tambunan kepada Kompas.com, Selasa (30/1/2024).

Menurut Limjan profil pembeli properti di proyek yang dikembangkan Sinarmas Land ini merupakan kalangan yang mapan secara finansial.

Baca juga: April 2024 Dimulai Exercise Pelaksanaan Upacara HUT ke-79 RI di IKN

Generasi muda yang meminati pun, minimal telah memiliki pekerjaan, bisnis, atau baru merintis usaha namun memiliki kemampuan untuk membeli hunian dengan rentang harga mulai dari Rp 1 miliar hingga Rp 4 miliar.

"Selain itu, ada juga repeat buyer atau pelanggan yang sebelumnya telah memiliki hunian di proyek kami terdahulu, Balikpapan Baru," ujar Limjan.

Mereka ingin menambah aset dengan pembelian kedua, ketiga, bahkan ada aset keempat untuk diberikan kepada anak atau cucunya.

"Kalangan ini tentu saja bukan untuk ditinggali melainkan sebagai investasi atau penambahan aset yang nilainya akan terus meningkat seiring pengembangan fasilitas dan konstruksi bangunan," tutur Limjan.

Cakupan pasar pun makin meluas, seiring hidden promotion sebagai dampak dari masifnya pembangunan ibu kota nusantara (IKN).

Baca juga: Rumah Jabatan Menteri, Serba Canggih dengan Teknologi Smart Home

Mereka berasal dari Tenggarong, Bontang, Samarinda, Grogot, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara (PPU).

Motivasi pembelian adalah ingin meningkatkan status sosial. Karena, seperti kata Limjan, Grand City tidak hanya menjual properti, melainkan juga gengsi.

Tahun ini, Sinarmas Land tengah mempersiapkan Ketiga produk baru, masing-masing dua klaster hunian dengan rentang harga mulai dari Rp 1,8 miliar hingga Rp 4 miliar, dan satu produk komersial dengan kisaran harga Rp 4 miliar hingga Rp 6 miliar.

Selain produk anyar, perusahaan dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 21,8 triliun ini memperluas cakupan pasar atau catchment market dengan menyasar kalangan muda yang baru berumah tangga atau generasi Z yang baru menapaki karier selama setahun-dua tahun.

"Kami juga menyasar karyawan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan yang sebelumnya memang secara individu sudah banyak meminati produk kami," tuntas Limjan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau