Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 10 Februari 2024, 20:45 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Percepatan pembangunan infrastruktur dasar Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dilakukan.

Salah satunya adalah infrastruktur penyedia air baku IKN yakni Bendungan Sepaku Semoi yang ditargetkan bisa diresmikan pada pertengahan Maret 2024.

Baca juga: Volume Lalin Tol Balsam Meningkat 8,6 Persen Saat Long Weekend

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, saat ini Bendungan Sepaku Semoi masih dalam tahap impounding atau pengisian air.

"Terakhir kan sampai elevasi 14, itu kalau tidak salah sampai 17, sekarang mungkin sudah 15," jelas Danis.

Bendungan Sepaku Semoi dirancang memiliki kapasitas 2.000 liter per detik untuk IKN, dan 500 liter per detik untuk dialirkan ke Balikpapan.

Secara teknis, bendungan yang memiliki luas genangan 280 hektar dengan kapasitas tampung 10,6 juta meter kubik, ini sudah cukup lama direncanakan.

Baca juga: Bersisian dengan Hutan Lindung, Tol IKN 3B-2 Dilengkapi Jembatan Satwa

Terutama untuk memenuhi kebutuhan air baku Kota Balikpapan. Namun dengan adanya IKN, dioptimalkan untuk penyediaan air baku berkapasitas 2.500 liter per detik dan mereduksi banjir 55 persen.

Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sungai Sepaku di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.Dok. Kementerian PUPR Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dan Intake Sungai Sepaku di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Adapun yang bertindak sebagai kontraktor pelaksana yakni KSO PT Brantas Abipraya (Persero)-PT Sacna-PT BRP dengan skema kontrak tahun jamak atau multi years contract (MYC) senilai Rp 556 miliar.

Selain bendungan, Kementerian PUPR juga membangun Intake Sungai Sepaku untuk penyediaan air baku berkapasitas 3.000 liter per detik.

Lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Selain sebagai sumber air baku bagi IKN dan Kota Balikpapan, Bendungan Sepaku Semoi juga akan dimanfaatkan sebagai lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Baca juga: Meski Penjualan Kondominium Melemah, Aktivitas Sewa Menyewa Tetap Kuat

Pemasangan PLTS tersebut akan digunakan untuk operasional Water Treatment Plant (WTP).

Selain itu, Kementerian PUPR turut merancang pembangunan Bendungan Batu Lepek untuk menambah penyediaan air di IKN.

Bendungan Batu Lepek diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 8.000 liter per detik, atau empat kali lebih banyak dari kapasitas Bendungan Sepaku Semoi.

Proyek ini juga sudah ditawarkan kepada Jepang saat Basuki bertemu dengan sejumlah delegasi Jepang yang dipimpin oleh Penasihat Khusus Perdana Menteri Jepang Mori Masafumi Rabu (6/9/2023).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau