Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menengok TPS Khusus Pekerja IKN di Desa Bumi Harapan Sepaku

Kompas.com, 13 Februari 2024, 22:05 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

SEPAKU, KOMPAS.com - Guna mengantisipasi pemilih tambahan dari pekerja konstruksi Ibu Kota Nusantara (IKN), Otorita IKN bersama KPU Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Bawaslu PPU, dan Pemerintah Kabupaten PPU menyediakan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus yang berada di Rest Area Bumi Harapan Sepaku dan di Karang Joang.

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono mengatakan, meskipun pengaturan teknis Pemilu 2024 di kawasan Nusantara tetap menjadi ranah kerja KPU Kabupaten PPU dan Pemerintah Kabupaten PPU, peran Otorita IKN tetap dibutuhkan sebagai fasilitator bagi para pekerja di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang akan menggunakan hak pilihnya saat pencoblosan.

Baca juga: Pemilu Tak Menghalangi Seleksi dan Evaluasi Investasi Asing di IKN

"Kami (Otorita IKN) mendorong kepada para pekerja yang berasal dari luar Kalimantan ingin menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum 2024," ujar Bambang.

Berkaitan dengan hal tersebut, Bambang melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Pemilu di wilayah pembangunan Nusantara pada Selasa (13/2/2024).

Penyelenggaraan pemilihan umum di IKN, akan dilaksanakan Rabu pada tanggal 14 Februari 2024.

Ia berharap partisipasi masyarakat dalam proses pemilihan dapat berjalan sukses dan demokratis.

Tempat Pemungutan Suara (TPS) Khusus Tambahan dari Pekerja IKN yakni TPS 901 dan TPS 902 di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Tempat Pemungutan Suara (TPS) Khusus Tambahan dari Pekerja IKN yakni TPS 901 dan TPS 902 di Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
TPS 901 dan 902 Desa Bumi Harapan

Kompas.com berkesempatan menyambangi TPS Khusus 901 dan 902 di Rest Area IKN, Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Tampak sejumlah petugas tengah menjaga logistik kotak suara bersegel yang berjejer rapi di atas meja setinggi 60-70 cm yang dinaungi tenda besi berterpal biru.

Spanduk "Selamat Datang di TPS Lokasi Khusus 902" menyambut kedatangan kami. Spanduk serupa juga menghiasi TPS 901.

Baca juga: OIKN: Tak Benar Investasi Asing di IKN Belum Pecah Telur, Ini Faktanya

Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Bumi Harapan Bambang Cahyono menuturkan, persiapan yang dilakukan untuk mendirikan dua TPS Khusus tambahan pekerja konstruksi IKN ini berjalan mulus, lancar, dan tanpa hambatan.

"Kami malah saling bersinergi, saling mendukung antara PPS Desa, Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK), dan KPU Kabupaten PPU," ungkap Bambang.

Menurut Bambang, di dua TPS ini terdapat 323 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Rinciannya sebanyak 203 DPT di TPS 901 dan 120 DPT di TPS 902.

Sementara secara total, terdapat 1.954 DPT di Desa Bumi Harapan yang mencakup 1.141 pemilih laki-laki, dan 813 pemilih perempuan.

"Pemungutan suara akan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga pukul 12.00 WITA. Kami akan bersiap-siap sejak pukul 05.00 WITA pagi," tuntas Bambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau