Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

OIKN: Tak Benar Investasi Asing di IKN Belum Pecah Telur, Ini Faktanya

Kompas.com, 13 Februari 2024, 11:29 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Agung Wicaksono menegaskan, tak benar investasi asing di IKN belum pecah telur alias nihil.

Mereka masuk melalui kemitraan dengan skema joint venture (JV), atau pun joint operation (JO).

"Contohnya, PT PLN (Persero) bersama Sembcorp Singapore yang akan membangun infrastruktur energi," ungkap Agung dalam perbincangan khusus bersama Kompas.com, Selasa (13/2/2024).

Agung melanjutkan, selain dari Singapura yang menjalin kolaborasi dengan skema JV bersama PLN, juga dari Amerika Serikat (AS) yakni operator hotel Marriott International.

Baca juga: Juli 2024, ASN Mulai Pindah ke IKN secara Bertahap

Pemilik jenama mewah macam JW Marriott, Le Meridien, Ritz Carlton, Sheraton, Westin, dan lain-lain, itu bekerja sama dengan PT Pakuwon Jati Tbk mengelola JW Marriott Nusantara.

Tak hanya itu, imbuh Agung, fasilitas akomodasi bintang lima pertama Hotel Nusantara juga meraup investasi asing yakni Swissôtel dalam pengelolaannya.

Saat ini, struktur Hotel Nusantara sudah mencapai lantai 9 dan memasuki tahap pemasangan fasad. Rencananya, konstruksi fisik tuntas pada Maret 2024, dan mulai pre-opening pada Juli 2024.

Swissôtel sendiri didirikan pada 1981 sebagai JV antara The Swissair and Nestlé Group di Zürich, Swiss. Kini Swissôtel beroperasi di bawah naungan rantai hotel global Accor asal Perancis.

Belum lagi Rumah Sakit (RS) Mayapada yang juga memiliki business partnership di IKN dengan menggandeng raksasa kesehatan Apollo asal India.

Baca juga: Perempuan di Proyek Jumbo IKN, Awalnya Diremehkan, Kini Diandalkan

"Jadi, dengan demikian tidak benar bahwa investor asing sama sekali belum masuk ke IKN," cetus Agung.

Kendati begitu, Agung mengakui, terkait detail angkanya memang tidak muncul dalam rekapitulasi investasi asing OIKN.

Namun, masing-masing perusahaan domestik dan konsorsium yang sudah membangun ataupun baru saja melakukan peletakan batu pertama alias groundbreaking punya kemitraan dengan asing.

Hingga jelang Pemilu 14 Februari 2024, total realisasi investasi dari empat groundbreaking yang sudah dilaksanakan di IKN senilai Rp 47,5 triliun.

Sebesar Rp 35,9 triliun di antaranya merupakan investasi swasta, dan lembaga negara yang tidak menggunakan dana APBN.

Adapun minat investasi yang telah dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) sebanyak 355, dengan 41 persen di antaranya atau 200 LoI dari investor domestik dan 155 investor asing.

Baca juga: Fasilitas Kesehatan di IKN Disiapkan, Usung Smart and Green Building

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau