Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kantor Satelit BIN di IKN Bakal Telan Rp 706,4 Miliar, Ini Desainnya

Kompas.com, 19 Juni 2024, 18:08 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pemerintah terus menggeber pembangunan infrastruktur dasar Ibu Kota Nusantara (IKN).

Satu di antaranya terkait infrastruktur yang mendukung Badan Intelijen Negara (BIN) melalui pembangunan Kantor Satelit BIN, yang berlokasi di dekat Kawasan Istana Kepresidenan IKN.

Pembangunan Kantor Satelit badan telik sandi ini didamerupakan bagian dari tansformasi peradaban bangsa yang diimplementasikan lebih lanjut dalam target Key Performance Indicator (KPI) dalam lima bidang.

Baca juga: Pemerintah Lelang Proyek Sekolah, Pasar, dan Puskesmas di Kawasan Hunian ASN IKN

Kelimanya adalah kesejahteraan masyarakat, ekologis dan preservasi lingkungan alami, konektivitas kawasan, infrastruktur kawasan dan Information and Communication Technology (ICT).

Visi Pembangunan Kawasan pusat pemerintahan untuk menciptakan sebuah lingkungan kerja yang mendorong produktivitas dan kreativitas guna merealisasikan transformasi dalam dunia kerja.

Dalam konteks ini, pengembangan Kantor Satelit BIN dikembangkan sesuai dengan KPI yang ditargetkan.

Pemenuhan kebutuhan ruang Kantor Satelit BIN dengan fokus utama untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan para pengguna bangunan gedung.

Bangunan ini dirancang dengan perhatian khusus pada desain untuk mendukung lingkungan kerja yang produktif, dengan tetap memastikan standar keamanan yang ketat dan standar keselamatan yang baik.

Pengembangan desain dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan sebuah lingkungan kantor yang efisien, mendukung produktivitas serta memberikan kenyamanan bagi semua pengguna bangunan.

Baca juga: Air Siap Minum di IKN Gunakan Teknologi Hijau Ozon

Gedung Kantor Satelit BIN terdiri dari  Office Tower, Bangunan Auditorium, Podium Penghubung, Bangunan Biro Umum, dan Bangunan Security Post dua unit dengan luas masing-masing 100 meter persegi.

Kemudian dilengkapi dengan area parkir semi basement, area parkir outdoor (parkir EV, parkir ambulans), gardu PLN, area penunjang lain seperti mekanikal, elektrikal dan plumbing (MEP).

Kantor Satelit BIN diproyeksikan menelan anggaran senilai Rp 706,4 miliar yang berasal dari DIPA Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Kalimantan Timur, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2024-2025.

Kantor Satelit BIN ini menempati area seluas 1,042 hektar, dengan Koefisien Luas Bangunan (KLB) 1,46, Luas Lantai Bangunan 20.532,35 meter persegi, Construction Floor Area (CFA)  27.569,54 meter persegi, Koefisien Dasar Bangunan (KDB): 20,68, Koefisien Dasar Hijau (KDH) 43,25, dan Area Hijau pada Bangunan 4.626,68 meter persegi.

Kondisi lahan eksisting diselubungi oleh hutan industri dengan pohon homogen eucalyptus dan semak belukar yang kedepannya akan diusahakan untuk dikembalikan menjadi hutan heterogen dengan pohon yang beragam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau