Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahli Geologi Bertanggung Jawab terhadap Pembangunan IKN

Kompas.com, 9 Oktober 2024, 05:30 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.COM - Pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur bukan hanya tentang memindahkan pusat pemerintahan atau gedung perkantoran.

Sebaliknya, pemindahan ibu kota ini merupakan perwujudan visi besar untuk membangun IKN sebagai smart forest city yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan simbol masa depan peradaban Indonesia.

Oleh karena itu, para ahli geologi dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan kajian ilmiah yang dapat mendukung keberlanjutan sekaligus memastikan bahwa ekosistem dan lingkungan tetap terjaga dalam pembangunan IKN.

Baca juga: Ibu Kota Pindah ke IKN, Balikpapan Bakal Terima Tambahan Populasi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan hal itu saat membuka Pertemuan Ilmiah ke-53 Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) di Balikpapan, Selasa (8/10/2024).

"Pembangunan IKN membutuhkan peran dan kontribusi para geologiawan," cetus Basuki.

Sejumlah infrastruktur vital yang telah dibangun di IKN, antara lain Istana Negara, Istana Garuda, kantor pemerintahan, hunian dan apartemen ASN, Bendungan Sepaku Semoi, Jembatan Pulau Balang, dan jalan tol akses IKN tentu saja melibatkan ahli geologi.

Termasuk untuk pembangunan infrastruktur yang peletakan batu pertamanya baru saja dilakukan, yakni Kantor dan Istana Wakil Presiden, Masjid Negara, kantor lembaga yudikatif dan legislatif, dan salah satu yang memiliki risiko tinggi yakni tol bawah laut atau immersed tunnel.

Baca juga: LMAN Rogoh Rp 5,9 Triliun, Bebaskan Lahan Infrastruktur IKN

Infrastruktur dan bangunan gedung tersebut direncanakan, dan dibangun dengan memperhatikan faktor keselamatan yang tinggi.

Baik dalam tahap pra konstruksi dan konstruksi, harus melalui kajian geologi yang menghasilkan dan menghargai lingkungan secara fisik dan potensi risikonya.

"Kami dalam membangun IKN punya tagline berkualitas, keberlanjutan lingkungan dan estetika. Ini semuanya pasti membutuhkan keahlian dari para geologiawan," imbuh Basuki.

Pernyataan Basuki ini diamini Chairman IAGI STJ Budi Santoso yang menilai keberadaan dan kontribusi geologiawan sangat vital.

"Aspek geologis di IKN menjadi suatu pilar penting untuk dipastikan dapat menunjang proses perencanaan, perancangan, dan pelaksanaan pembangunannya," kata Budi.

Baca juga: Basuki Dukung UU Geologi, Menentukan Kebijakan Infrastruktur Strategis

IAGI melalui ribuan anggotanya berperan aktif memberikan masukan, saran, dan kritik dalam keprofesian terkait aspek-aspek geologis dan implementasinya.

Oleh karena itu, acara pertemuan ilmiah ke-53 IAGI yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, membahas hal-hal kebumian dan aplikasinya.

Pertemuan ilmiah ini membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para peserta mempresentasikan karya ilmiah, dan mempertahankan argumentasinya pada sesi panel.

Dari pembahasan dan diskusi-diskusi produktif tersebut diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi dalam pembangunan IKN masa depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau