Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 12 Oktober 2024, 13:18 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kompas 100 CEO Forum kembali digelar. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang diselenggarakan di tenda ruang terbuka dan dikelilingi hutan eukaliptus, tahun 2024 ini di ruang konferensi pers Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan testimoni terkait hal ini saat menjadi pembicara kunci Kompas 100 CEO Forum, Jumat (11/10/2024).

"Saya ingat satu tahun lalu kita coba ke sini dalam acara Kompas 100 CEO Forum 2023, tapi diselenggarakan di tengah hutan ekaliptus. Sekarang kita berada di sini di Istana Garuda, dan ruangan ini untuk konferensi pers. Ini baru pertama kali digunakan sekarang," ungkap Jokowi.

Baca juga: RS Mayapada IKN Bertaraf Internasional dan Usung Keberlanjutan

Menurut Jokowi, dulu banyak yang meragukan dan bertanya apakah IKN bisa berjalan dan terbangun. Namun sekarang, para CEO sudah berada di Istana Garuda dan berfoto di Istana Negara.

"Itu artinya biar nanti waktu yang berbicara. Karena membangun sebuah ibu kota butuh waktu butuh proses, tidak setahun dua tahun, bisa 15 tahun, 20 tahun," ucapnya.

Hal senada dikatakan dua petinggi perusahaan properti terkemuka Nasional, PT Ciputra Development Tbk dan PT Summarecon Agung Tbk.

Managing Director Ciputra Development Budiarsa Sastrawinata dan Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P Adhi kompak memberikan apresiasi terhadap pembangunan IKN yang terus berlanjut dan penyelenggaraan Kompas 100 CEO Forum.

Baca juga: Dua Lintasan Satwa di Tol IKN Seksi 3B Segera Dibangun

Budiarsa mengatakan, keberlanjutan pembangunan IKN demikian jelas pasca komitmen dan pernyataan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Tidak ada sedikit pun peluang yang hilang atau pun berkurang. 

Oleh karena itu, Ciputra tetap optimistis akan merealisasikan komitmen investasi membangun perumahan skala kota yang dilengkapi sejumlah fasilitas.

"Saat ini sedang berproses, begitu siap kami jalan," ujar Budiarsa kepada Kompas.com.

Sementara itu Adrianto menuturkan, pembangunan IKN berjalan dengan baik. Hal ini tecermin dari Istana Negara dan Istana Garuda yang baru kali pertama dikunjunginya.

"Saya baru pertama kali masuk ke Istana Negara dan Istana Garuda, dan itu luar biasa. Semua barang (material) berasal dari kekayaan alam Indonesia, desainnya bagus, penyelesaian akhirnya bagus, dan membanggakan," ungkap Adrianto.

Baca juga: Buka Kompas 100 CEO Forum, Jokowi Sebut Pentingnya Citra Global Dibangun

Adapun terkait acara Kompas 100 CEO Forum keduanya menyampaikan apresiasi dan harapan untuk secara bersama-sama membangun perekonomian Indonesia.

Sesuai dengan tema yang diangkat pada edisi Kompas 100 CEO Forum ke-15 ini yakni Langkah Strategis Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen.

Menurut Budiarsa, acara pertemuan pimpinan sektor swasta dan pemerintah ini selalu memberikan informasi ekonomi yang teraktual (update).

Dengan demikian, para pelaku usaha akan selalu mendapatkan informasi-informasi pertama sebelum tersebar luas di masyarakat umum. 

Baca juga: Jokowi Tegaskan Tidak Mau Diintervensi Urusan Hak Prerogatif

"Selain itu, di dalam forum ini juga terjadi diskusi-diskusi sehingga ada informasi-informasi yang didapat lebih dulu," cetus Budiarsa.

Adrianto menambahkan, Kompas 100 CEO Forum merupakan acara yang bagus karena pemerintah akan mendapat masukan dari para CEO.

"Sebaliknya, kami para CEO sendiri mendapatkan jejaring dan saling kenal satu sama lain. Harapan kami komunikasi antara pemerintah dan para CEO bisa membuahkan hasil," tuntas Adrianto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau