Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sederet Raksasa Teknologi Dunia Tuntas Unjuk Kebolehan di IKN

Kompas.com, 9 Januari 2025, 10:42 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Sepanjang 2024, sederet perusahaan teknologi terkemuka dunia telah unjuk kebolehan konsep produk atau Proof of Concept (PoC) di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Terdapat total 9 perusahaan teknologi yang berasal dari Indonesia dan berbagai negara asing yang menjalani PoC dalam tiga bidang yakni transformasi hijau, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dan ekosistem digital.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi mengungkapkan, kecuali PoC TOT dari CRRC Qingdao Sifang yang masih memerlukan penyempurnaan pada sistem otonomnya, produk-produk lainnya berjalan mulus.

"Produk-produk yang telah menjalani proses PoC di IKN menunjukkan kinerja baik fungsi maupun operasi sesuai dengan kebutuhan, persyaratan, ketentuan, dan standar yang telah ditetapkan," tutur Ale menjelaskan secara eksklusif kepada Kompas.com, Kamis (9/1/2025).

Ale menjelaskan, di bidang transformasi hijau, ada Schneider Electric yang berasal dari Perancis yang menjalani PoC Building Management Systems.

Ini mencakup pengelolaan listrik gedung, sensor dalam dan luar ruangan, sensor keamanan, pengelolaan pencahayaan, pengelolaan air, serta pemanfaatan energi surya untuk mendukung operasional gedung.

Baca juga: Proyek Baru IKN Tanggung Jawab Otorita, Kementerian PU Siap Dukung

Kemudian Signify Lighting Corporation dari Belanda yang menggelar PoC Solar Smart Lighting & Smart Pole.

Uji coba produk mereka mencakup pada implementasi teknologi penerangan cerdas dan tiang pintar yang dilengkapi fitur konektivitas, efisiensi energi, dan pengelolaan data untuk mendukung konsep kota pintar IKN.

Sementara Plasticpay yang merupakan perusahaan dalam negeri menjalani proses PoC untuk Reverse Vending Machine sebagai bentuk implementasi ekonomi sirkuler dengan memberikan insentif masyarakat untuk mengumpulkan sampah plastik secara inovatif.

Di bidang kecerdasan buatan terdapat tiga perusahaan beken skala besar dunia. Mereka adalah Yellow AI asal India, NTT Docomo yang berbasis di Jepang, dan Starlink Services LLC dari Amerika Serikat.

Yello AI menjalani PoC untuk chatbot IKNOW. Sementara NTT Docomo untuk OpenRAN dan OpenWIFI melalui penyediaan layanan konektivitas internet 5G termutakhir pada kawasan publik rest area dan rumah teknologi yang bisa digunakan masyarakat secara gratis.

Baca juga: Perkembangan Terbaru Aglomerasi Transportasi Balikpapan dan IKN

Sedangkan Starlink Services LCC menjalani PoC untuk Low Earth Orbit Satellite, yakni penggunaan internet dari satelit orbit rendah di IKN.

Selanjutnya di bidang ekosistem digital terdapat tiga perusahaan yang tuntas menjalani uji coba.

Masing-masing dari mereka adalah Sergek Group asal Kazakhstan yang tuntas menjalani uji coba Sistem Manajemen Lalu Lintas Tingkat Lanjut (ATMS) di Balikpapan.

Sistem ini menunjukkan integrasi kamera eksisting dan baru dengan dukungan vehicle identification berbasis kecerdasan buatan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau