Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 29 Januari 2025, 06:23 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Kondisi Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN) atau Bandara Internasional Nusantara kembali normal setelah dilanda banjir pada 24 Januari 2025.

Air yang menggenangi area di sekitar gedung terminal setinggi 5 sampai 10 sentimeter surut pada hari yang sama.

Meski demikian, dari pantauan Kompas.com pada Selasa (28/1/2025), masih terdapat lumpur sisa banjir dan genangan air di sekitar area gedung terminal yang belum dibersihkan.

Baca juga: Jalan Tol IKN Bakal Diresmikan Prabowo, Progres Saat Ini 74,6 Persen

Plt Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa mengatakan, banjir terjadi karena curah hujan tinggi hampir setiap hari, dan saluran drainase pembuangan belum selesai.

Lumpur sisa banjir 24 Januari 2025 di area sekitar geding terminal Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (28/1/2025).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Lumpur sisa banjir 24 Januari 2025 di area sekitar geding terminal Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (28/1/2025).
Akibatnya, air pembuangan belum dapat dibuang dengan cepat sehingga terjadi genangan.

Namun begitu, banjir tidak mengganggu pekerjaan konstruksi fisik yang saat ini tengah dalam penyelesaian.

"Saat ini masih berjalan penyelesaiannya. Justru yang sekarang mengganggu karena curah hujan tinggi, di lapangan hampir setiap hari hujan dan saluran drainase belum selesai," terang Lukman kepada Kompas.com, Selasa (28/1/2025).

Baca juga: Groundbreaking Ke-9 Proyek Investasi Swasta IKN, Ada Hotel dan Kantor

Hal senada dikatakan Plt Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita IKN Danis Hidayat Sumadilaga, bahwa banjir sudah surut pada hari kejadian dengan cara dipompa.

"Kejadiannya di area sekitar gedung terminal, bukan di area udara atau landasan pacu (runway) karena ada drainase yang tersumbat," imbuh Danis.

Genangan air di area sekitar gedung terminal Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (28/1/2025).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Genangan air di area sekitar gedung terminal Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (28/1/2025).
Untuk diketahui, pembangunan landasan pacu sepanjang 3.000 meter ditargetkan selesai pada Maret 2025, meskipun sejatinya kontrak proyek berakhir pada April 2025.

Baca juga: Karangjoang-Simpang 3 ITCHI Tersambung Tol IKN Pertengahan 2025

Berdasarkan progres di lapangan, pembangunan landasan pacu Bandara IKN bakal selesai seluruhnya lebih cepat dari target.

"Kalau kontraknya sampai akhir April, tapi monitoring saya kemarin, akhir Maret sudah bisa selesai," ujar Danis.

Danis juga menjelaskan bahwa saat ini tahap pembangunan landasan pacu Bandara IKN sudah masuk pada pengaspalan lapisan terakhir.

Lumpur dan genangan sisa banjir yang terjadi pada 24 Januari 2025 di sekitar geding terminal Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Lumpur dan genangan sisa banjir yang terjadi pada 24 Januari 2025 di sekitar geding terminal Bandara VVIP Ibu Kota Nusantara (IKN).
Adapun pembangunan Bandara IKN dilaksanakan oleh dua kementerian, yakni Kementerian PU untuk landasan pacu dan Kementerian Perhubungan untuk bangunan gedung dan operasional bandara.

Jika kelak beroperasi, Bandara IKN atau Bandara Internasional Nusantara akan dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara (Hubud) Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Negara Habiskan Rp 3,53 Triliun Bebaskan Lahan PSN di IKN

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau