Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jutaan Bibit Gratis dari Persemaian Mentawir Cukupi Reforestasi IKN

Kompas.com, 30 Januari 2025, 07:24 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Program reforestasi Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dijalankan oleh Kedeputian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Otorita IKN.

Kebutuhan reforestasi dan penghijauan di seluruh area IKN, baik Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) maupun wilayah delineasi tercukupi oleh pasokan bibit gratis dari  Persemaian Mentawir.

Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN Pungky Widiaryanto mengungkapkan, ketersediaan bibit gratis Pusat Persemaian Mentawir telah cukup untuk memenuhi kebutuhan reforestasi di IKN.

Baca juga: Raja Kutai Tegaskan Budaya Kalimantan Harus Jadi Identitas IKN

"Dengan adanya pasokan bibit ini, kami tidak perlu lagi menyemaikan benih terlebih dahulu, sehingga proses mobilisasi bibit menjadi lebih efisien. Bibit dapat langsung diangkut dan ditanam di area IKN, mempercepat proses penghijauan," ujar Pungky kepada Kompas.com, Selasa (28/1/2025).

Menurut Pungky, bibit gratis dari Persemaian Mentawir tidak hanya diperuntukkan bagi IKN, tetapi juga mencakup seluruh wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Oleh karena itu, dia mendorong partisipasi dari berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, sekolah, petani, dan masyarakat umum, untuk meminta bibit dari persemaian ini.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas dampak positif dari program reforestasi di kawasan tersebut.

"Dengan demikian, kami optimistis bahwa Persemaian Mentawir dapat memenuhi kebutuhan penghijauan di IKN dan mendukung upaya reforestasi di Kalimantan secara keseluruhan," cetus Pungky.

Baca juga: Viral Foto NASA soal Penyusutan Hutan di IKN, Ini Klarifikasi Otorita

Selain ketersediaan bibit, efisiensi biaya transportasi bibit dari Persemaian Mentawir ke lokasi
penanaman juga menjadi pertimbangan Kedeputian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air OIKN.

Untuk diketahui, persemaian skala besar Mentawir di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, ini memproduksi 8 juta bibit. Sebanyak 4,9 juta bibit di antaranya telah didistribusikan.

Jenis bibit yang diproduksi di persemaian skala besar ini antara lain jenis tanaman kayu-kayuan endemik, tanaman hasil hutan bukan kayu (HHBK), tanaman estetika dan tanaman pakan satwa.

Persemaian Mentawir dimulai konstruksinya pada akhir 2022 dan selesai pada Desember 2023 dengan kapasitas produksi bibit sebanyak 15 juta per tahun.

Kompleks pusat persemaian Mentawir berada di area seluas 120 hektar yang terdiri atas 30 hektar sebagai pusat produksi bibit dan 90 hektar lainnya disiapkan untuk plasma nutfah nasional yang saat ini masih dalam persiapan konstruksi.

Sebagai persemaian skala besar, persemaian Mentawir dilengkapi dengan production house, mother plant house, germination house, area aklimatisasi dan open growth area.

Persemaian skala besar Mentawir ini merupakan salah satu wujud konkret Indonesia dalam menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan melalui Indonesia's Folu Net Sink 2030.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau