Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 6 Februari 2025, 21:50 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 1B yang menghubungkan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan dan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) membawa dampak signifikan.

Tak hanya meningkatkan konektivitas menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, dan mempercepat mobilitas barang dan orang, juga mendorong pertumbuhan ekonomi Desa Wisata Nipah-Nipah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Desa Wisata Muara Enggelam di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Jalan tol yang dirancang sepanjang 5,2 kilometer ini dibangun setelah pelelangan yang dilaksanakan pada November 2024 lalu.

Baca juga: Kelanjutan Proyek IKN Dipertanyakan, PU dan Otorita Duduk Bareng

Jalan tol ini akan menjadi bagian jaringan tol strategis di Kalimantan, dan merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam menciptakan infrastruktur yang andal dan efisien di IKN.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (Wika) sebagai salah satu kontraktor yang terlibat dalam pembangunan proyek ini mengambil langkah proaktif untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan proyek tersebut.

Direktur Utama Wika Agung Budi Waskito menuturkan, selain meningkatkan konektivitas dan mobilitas, Jalan Tol IKN Seksi 1B juga turut memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat sekitar.

Dalam tahap awal, proyek ini telah menyerap 307 tenaga kerja baru dengan mengutamakan tenaga kerja masyarakat lokal.

Baca juga: OIKN Bantah Revisi Desain Gedung Sidang Paripurna karena Anggaran Dipangkas

Sementara di sisi Environmental, Social, and Governance (ESG), tol ini menggunakan material ramah lingkungan.

Langkah tersebut didukung koordinasi aktif, studi teknis dan analisis lalu lintas komprehensif.

Selain itu, perseroan juga menerapkan teknologi konstruksi terkini seperti Building Information Modeling (BIM).

Hal ini guna memastikan gambar dan model yang dibuat memiliki koordinat yang sesuai dengan aktual lapangan, hingga penerapan Lean Construction untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi waste.

Baca juga: Tembus 95 Persen, Kantor Otorita IKN Beroperasi Akhir Februari

"Kepercayaan yang diberikan kepada Wika untuk membangun Tol IKN Seksi 1B semakin mengukuhkan peran kami dalam pembangunan infrastruktur nasional," ujar Budi, Kamis (5/2/2025).

Sebagai informasi hingga saat ini Wika mengerjakan 13 proyek di IKN dengan total nilai kontrak sebesar Rp 11,2 triliun.

Beberapa proyek infrastruktur penting pendukung konektivitas di IKN yang saat ini tengah dikerjakan Perseroan di antaranya pembangunan Jalan Sumbu Timur IKN Tahap 2 yang telah mencapai progres 85,4 persen.

Jalan ini memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas di kawasan inti pusat pemerintahan.

Kemudian pembangunan Tol IKN Segmen 3B-2 KKT Kariangau-Simpang Tempadung yang telah mencapai progress 52,9 persen.

Jalan tol ini akan meningkatkan akses menuju kawasan strategis di IKN serta mempercepat konektivitas antar kawasan utama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau