Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 22 Februari 2025, 08:09 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, kembali mencatatkan sejarah dengan reaktivasi rute penerbangan internasional Balikpapan-Bandar Seri Begawan oleh Royal Brunei Airlines.

Langkah ini menandai babak baru dalam konektivitas udara Kalimantan Timur (Kaltim) dan membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi regional.

Seperti diketahui, Balikpapan memiliki posisi strategis sebagai satu-satunya bandara internasional di Kalimantan yang melayani penerbangan umum.

Dengan reaktivasi rute ini, Balikpapan semakin menegaskan perannya sebagai gerbang utama bagi wisatawan dan pelaku bisnis yang ingin masuk dan keluar dari Kalimantan.

Baca juga: Bandara SAMS Sepinggan Reaktivasi Rute Balikpapan-Brunei

Reaktivasi rute ini bukan tanpa alasan. Royal Brunei Airlines melihat potensi pasar yang besar di Kalimantan, terutama dengan adanya pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Chief Executive Officers (CEO) Royal Brunei Airlines Sabirin Hj Abd Hamid menuturkan, dengan berpindahnya ibu kota ke IKN, ada banyak potensi untuk mendorong ekonomi, bisnis, dan investasi dari Brunei ke Balikpapan.

"Selain itu, potensi wisatawan dari Balikpapan terutama kelas menengah atas untuk datang ke Brunei dan destinasi lain di sekitarnya juga sangat besar," ujar Sabirin menjawab Kompas.com, Jumat (21/2/2025).

Oleh karena itu, Royal Brunei Airlines siap berkolaborasi dengan pemerintah dan pelaku bisnis di Balikpapan untuk mengembangkan pasar dan menarik wisatawan.

Baca juga: Selain Turkiye, Pemerintah Juga Belajar dari Sri Lanka Desain Legislatif/Yudikatif IKN

CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia Handy Heryudhitiawan menambahkan, pihaknya telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Royal Brunei Airlines untuk menciptakan pasar dan memperluasnya dengan berbagai program unggulan.

"Sejatinya komunikasi ini sudah lama terjalin, bahkan pasca-Covid akhir 2023. Kami juga mendukung penerbangan ini. Kan berarti ada potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Regional Kalimantan," kata Handy.

Fokus pada Pasar Umroh dan Pariwisata

Salah satu potensi pasar yang ingin digarap adalah pasar umroh. Brunei Darussalam memiliki penerbangan langsung ke Arab Saudi, sehingga Balikpapan dapat menjadi hub bagi jemaah umroh dari Kalimantan.

Selain itu, sektor pariwisata juga menjadi fokus utama. Pemerintah dan Royal Brunei Airlines akan bekerja sama untuk mempromosikan destinasi wisata di Balikpapan dan Kalimantan.

"Pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling cepat, paling mudah, dan mungkin juga paling murah untuk bisa mendatangkan devisa. Kenapa pas COVID-19 banyak yang berlomba-lomba untuk membuka pariwisata? Salah satunya itu," tambah Handy.

Chief Executive Officers (CEO) Royal Brunei Airlines Sabirin Hj Abd Hamid (tengah) bersama dengan para penari saat relaunching penerbangan rute Balikpapan-Brunei Darussalam, di Balikpapan, Jumat (21/2/2025).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Chief Executive Officers (CEO) Royal Brunei Airlines Sabirin Hj Abd Hamid (tengah) bersama dengan para penari saat relaunching penerbangan rute Balikpapan-Brunei Darussalam, di Balikpapan, Jumat (21/2/2025).
Menurut GM Royal Brunei Airlines Indonesia Defy Bondang, Royal Brunei Airlines akan beroperasi dengan jadwal dua kali seminggu, setiap Rabu dan Sabtu dengan menggunakan pesawat Airbus A320NEO.

Berikut lengkapnya:

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau