Penulis
Royal Brunei Airlines juga berencana untuk menambah frekuensi penerbangan dan membuka rute baru ke destinasi wisata domestik seperti Labuan Bajo, Lombok, dan Bali melalui kerja sama code share dengan Garuda Indonesia.
Reaktivasi rute ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian Balikpapan dan Kalimantan Timur.
Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud yang sambutannya dibacakan oleh Kepala DPMPTSP Kaltim Fahmi Prima Laksana.
Baca juga: Lahan Gratis buat Kedubes Negara Sahabat di IKN Bersifat Resiprokal
Menurutnya, kehadiran kembali Royal Brunei Airlines akan meningkatkan kunjungan wisatawan dan investor, sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa.
Waktu tempuh menjadi lebih singkat, dari sebelumnya 7 jam karena harus berputar dari Brunei ke Jakarta, menjadi hanya 1 jam 30 menit.
Selain itu, ini juga menjadi momentum untuk membangun hubungan bilateral antar Indonesia dan Brunei Darussalam.
"Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami untuk terus berupaya meningkatkan konektivitas dan menjadi penghubung antar bangsa," ujar Rudy.
Dengan dukungan dari pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat, reaktivasi rute penerbangan Balikpapan-Brunei diharapkan dapat menjadi langkah awal yang sukses dan berkelanjutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya