Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tol IKN Seksi 1B Sepinggan-Balsam: Jalur Vital Senilai Rp 3,75 Triliun

Kompas.com, 11 September 2025, 16:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dikebut, dan salah satu proyek vitalnya, Seksi 1B Segmen Bandara Sepinggan–Tol Balsam.

Proyek ini tidak hanya menjadi simbol konektivitas menuju pusat pemerintahan baru, tetapi juga bentuk penerapan teknologi konstruksi modern di Indonesia.

Dengan nilai kontrak fantastis sebesar Rp 3,75 triliun, proyek yang dikerjakan oleh PT PP (Persero) Tbk (PTPP) ini telah mencatat progres pembangunan sebesar 16,43 persen, melampaui target yang ditetapkan, yaitu 12,10 persen.

Inovasi Teknologi

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, mengatakan bahwa pencapaian progres yang melebihi target merupakan hasil dari kerja keras tim yang didukung oleh inovasi konstruksi modern.

Baca juga: PPU Kawal Pembenahan Pesisir IKN, Pelabuhan Penyeberangan Jadi Prioritas Utama

Proyek ini menggunakan berbagai teknologi canggih untuk memastikan pengerjaan yang efisien dan presisi.

Di antaranya Fotogrametri yang digunakan untuk pemetaan pekerjaan, sehingga pengukuran di lapangan menjadi lebih akurat dan detail.

Kemudian Hydraulic Pile Breaker untuk mempercepat proses konstruksi pondasi dengan hasil yang lebih presisi, mengurangi waktu kerja secara signifikan.

Baca juga: Mengurai Gunung Sampah, Solusi Taktis Kota Penyangga IKN

Proyek ini dijadwalkan dengan masa pengerjaan 510 hari, dimulai sejak 1 November 2024, dan ditargetkan rampung pada 25 Maret 2026.

Jalur Vital dan Ikon Rekayasa Konstruksi

Jalan Tol Seksi 1B ini memegang peran krusial sebagai penghubung utama antara Bandara Sepinggan di Balikpapan dan kawasan inti IKN.

Keberadaannya akan memangkas waktu tempuh, mempermudah akses logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar.

Baca juga: Istana Wapres dan Masjid Negara IKN Ditargetkan Tuntas Akhir 2025

Salah satu fitur paling unik dari proyek ini adalah pembangunan jembatan bentang utama box girder beton melengkung dengan sistem balanced cantilever.

Jembatan ini digadang-gadang akan menjadi salah satu ikon rekayasa konstruksi di jalur tol menuju IKN, menunjukkan keahlian teknis dan ambisi besar di balik pembangunan ibu kota baru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau