Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BI Balikpapan Siap Terbangkan Pembatik Lokal Menuju Panggung KKI 2026

Kompas.com, 11 September 2025, 15:12 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Batik, sebagai warisan budaya bangsa, memiliki identitas kuat di setiap daerah.

Namun, batik Kalimantan, khususnya dari Balikpapan, IKN, dan Penajam Paser Utara, menghadapi tantangan unik.

Meskipun kualitasnya tak diragukan, motifnya yang masih terpaku pada pakem tradisional seperti burung enggang atau cumi-cumi membuatnya sulit bersaing dengan popularitas batik Jawa.

Baca juga: Aspakusa Makmur Boyolali Diincar Investor, Penuhi Kebutuhan Pangan IKN

Untuk mengubah situasi ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan mengambil langkah strategis.

Mereka tidak hanya akan mendorong, tetapi secara langsung memfasilitasi perjalanan para perajin batik lokal ke sentra batik modern di Solo, Jawa Tengah.

Tujuannya jelas: mendobrak stigma, menggenjot kreativitas, dan mengorbitkan batik Kalimantan ke panggung nasional.

Misi Mengubah Pola Pikir dan Mengadopsi Teknologi

Menurut Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, selama ini batik Kalimantan sering kali disalahpahami.

"Ketika orang pegang batiknya, pertanyaan pertama adalah 'Ini batik Solo atau Jogja?' Padahal itu produk kita," ungkapnya menjawab Kompas.com.

Baca juga: PPU Kawal Pembenahan Pesisir IKN, Pelabuhan Penyeberangan Jadi Prioritas Utama

Ini menjadi masalah utama, di mana produk lokal kehilangan identitasnya di pasar.

Untuk itu, BI Balikpapan akan memberangkatkan 12 perajin dan pengusaha batik UMKM ke Solo, akhir tahun ini.

Di sana, mereka akan mendapatkan pelatihan komprehensif yang fokus pada tiga aspek, yakni:

  • Perubahan Pola Pikir: Memperkenalkan konsep bahwa batik modern bisa menggunakan warna cerah dan motif yang lebih kreatif tanpa menghilangkan filosofi tradisional.
  • Adopsi Teknologi: Belajar teknik-teknik modern yang bisa meningkatkan efisiensi produksi.
  • Strategi Pemasaran: Memahami cara mengemas produk dan membangun narasi yang menarik bagi konsumen.

Narasi dan Digitalisasi sebagai Senjata Baru

Robi menekankan pentingnya "storytelling" di balik setiap lembar kain batik.

Sama seperti batik Solo yang kini dikemas dengan narasi detail, batik Balikpapan juga harus memiliki cerita kuat yang membuat pembeli merasa memiliki koneksi emosional dengan produk.

Baca juga: Merajut Nusantara Lewat Wastra, Upaya BI Mengawinkan 2 Pakem Berbeda

Hal ini akan diperkuat dengan pengemasan premium yang juga mencantumkan cara perawatan.

Selain itu, digitalisasi melalui platform seperti TikTok dianggap kunci untuk menjangkau pasar anak muda yang lebih luas.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau