Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PPU Kawal Pembenahan Pesisir IKN, Pelabuhan Penyeberangan Jadi Prioritas Utama

Kompas.com, 11 September 2025, 13:31 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

Sumber Antara

NUSANTARA, KOMPAS.com - Penajam Paser Utara (PPU), kabupaten yang menjadi gerbang utama Ibu Kota Nusantara (IKN), tengah berbenah.

Tidak hanya fokus pada pembangunan di darat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU kini mengalihkan perhatiannya pada pembenahan kawasan pesisir.

Penataan ini menjadi langkah strategis untuk menjadikan PPU sebagai pintu gerbang yang modern dan representatif bagi IKN.

Baca juga: Mengurai Gunung Sampah, Solusi Taktis Kota Penyangga IKN

Ketua DPRD PPU, Raup Muin, menegaskan komitmen untuk mengawal proyek ini. "DPRD siap mendorong agar penataan kawasan pesisir menjadi prioritas," ujarnya, dikutip Kompas.com, Kamis (11/9/2025).

Anggaran Bertahap, Pelabuhan Paling Mendesak

Raup Muin menjelaskan bahwa pembahasan anggaran untuk pembenahan infrastruktur pesisir sedang berlangsung, dan alokasinya akan dilakukan secara bertahap pada APBD 2025 dan 2026.

Prioritas utama dari pembenahan ini adalah pelabuhan kapal cepat dan pelabuhan klotok (kapal kayu).

Kedua pelabuhan ini merupakan fasilitas umum vital yang menjadi jalur utama perairan dari Balikpapan ke Samarinda atau Banjarmasin.

Baca juga: Pelabuhan KKT Perkuat Konektivitas Kawasan Industri dan IKN

"Pelabuhan itu juga bisa menjadi jalur untuk menuju IKN di Kecamatan Sepaku," kata Raup.

Dengan posisinya yang strategis, pembenahan pelabuhan ini akan sangat mendukung mobilitas dan konektivitas menuju IKN.

Namun, ia menyadari bahwa proyek ini membutuhkan biaya besar, sehingga harus dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas.

Konsep Komprehensif: Dari Wisata hingga UMKM

Pembenahan kawasan pesisir PPU tidak hanya sebatas pembangunan pelabuhan. Rencana yang disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara mencakup konsep yang lebih komprehensif.

Di antaranya pembangunan Pelabuhan Baru untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi transportasi air.

Kemudian, beberapa area akan dikembangkan menjadi tempat wisata pesisir untuk menarik wisatawan.

Baca juga: Istana Wapres dan Masjid Negara IKN Ditargetkan Tuntas Akhir 2025

Selanjutnya, lokasi khusus akan disiapkan untuk menampung pelaku usaha mikro kecil menengah, sehingga dapat menggerakkan ekonomi lokal.

Penataan Kawasan Kayu Api dan Kerok Laut juga dilakukan untuk menciptakan area pesisir yang tertata dan fungsional.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang siap membantu, mengingat kewenangan pengelolaan dan perizinan pelabuhan juga berada di bawah ranah provinsi.

Meski pelaksanaan penataan ini masih menunggu kepastian anggaran, sinyal kuat dari DPRD menunjukkan komitmen serius untuk mewujudkan wajah baru PPU sebagai gerbang IKN yang modern, terintegrasi, dan menyejahterakan masyarakatnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau