Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alarm Merah Inflasi IKN Berbunyi, BI Kaltim Siapkan Jurus 4K

Kompas.com, 28 September 2025, 10:54 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Sumber Antara

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki fase krusial: IKN resmi ditetapkan sebagai Ibu Kota Politik 2028, ditandai dengan persetujuan anggaran Rp 6,2 triliun untuk pembangunan gedung legislatif dan yudikatif pada tahun 2025 dan 2026.

Namun, lonjakan pembangunan masif ini membawa konsekuensi ekonomi yang tak terhindarkan yakni tekanan inflasi yang mengkhawatirkan.

Baca juga: Menkeu Baru, BI Kaltim Ungkap Strategi Jaga Ekonomi Daerah

Bank Indonesia Kalimantan Timur (BI Kaltim) langsung merespons dengan mengaktifkan Strategi 4K untuk memitigasi risiko lonjakan harga, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), lokasi inti IKN.

Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto, menegaskan bahwa penambahan pekerja konstruksi dan gelombang kedatangan Aparatur Sipil Negara (ASN) akan meningkatkan permintaan secara drastis, yang jika tidak dikendalikan, dapat memicu inflasi tinggi.

PPU Sudah Jadi 'Hotspot' Inflasi

Kekhawatiran BI bukan tanpa dasar. Data inflasi year-on-year (y-on-y) per Agustus 2025 menunjukkan bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) di mana IKN berada, sudah menjadi daerah dengan tekanan harga tertinggi di Kaltim dengan angka inflasi 2,99 persen dan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,91.

Baca juga: BI Balikpapan Siap Terbangkan Pembatik Lokal Menuju Panggung KKI 2026

Angka ini melampaui Provinsi Kaltim yang tercatat 1,79 persen untuk inflasi, dan 108,54 untuk IHK, dan Kota Balikpapan dengan catatan 1,31 persen inflasi, dan 108,66 untuk IHK.

Budi menerangkan, inflasi di PPU didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang secara langsung berkaitan dengan peningkatan jumlah mulut yang harus diberi makan dari para pekerja dan ASN yang baru pindah.

Jurus 4K: Strategi BI Menyelamatkan Daya Beli IKN

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dari pembangunan gedung legislatif, yudikatif, dan gelombang ASN yang akan bertugas (yang saat ini sudah ada ±1.200 orang dan akan terus bertambah), BI Kaltim bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengimplementasikan Strategi 4K yang komprehensif.

Rinciannya, Keterjangkauan Harga yakni memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Baca juga: BI Rate Turun, Sektor Properti dan Otomotif Balikpapan Kian Menggeliat

Kemudian Ketersediaan Pasokan, dengan menjamin stok pangan dan kebutuhan sekunder/tersier cukup untuk menampung lonjakan permintaan.

Selanjutnya Kelancaran Distribusi, dengan mengatasi hambatan logistik dari daerah penghasil ke IKN.

Terakhir, Komunikasi Efektif melalui penyampaian informasi yang transparan kepada publik untuk menjaga ekspektasi inflasi.

Strategi 4K diperkuat dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) melalui serangkaian langkah operasional.

Baca juga: Financial Center IKN Dipercepat, BI: Fungsi Pembiayaan Paling Penting

Di antaranya Intervensi Pasar dengan melanjutkan distribusi beras SPHP Bulog dan menggelar pasar murah untuk komoditas pangan bergejolak, seperti cabai rawit, cabai merah, dan sayuran.

Koordinasi Antar-Daerah melalui intensifikasi kerja sama dengan daerah lumbung pangan seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan untuk menjamin pasokan lancar ke PPU.

Peningkatan Produksi Lokal dengan mendorong peningkatan produksi pertanian di sekitar IKN untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

"Tujuan akhir dari upaya ini adalah memastikan inflasi tidak menanjak tajam meskipun pertumbuhan ekonomi di IKN meningkat secara signifikan," usar Budi, dikutip Kompas.com, Minggu (28/9/2025).

IKN harus menjadi kota dengan pertumbuhan ekonomi cepat tanpa mengorbankan stabilitas harga bagi penduduknya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau