Hal ini sebagaimana terekam dalam Flash Report Spesial Nusantara Rumah123 yang diterima Kompas.com, Kamis (18/7/2024).
Permintaan rumah tapak tertinggi tercatat di Balikpapan (69,1 persen) dan Samarinda (48,1 persen).
Sementara itu, permintaan tanah paling tinggi terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (86,2 persen) dan Kutai Kartanegara (76,5 persen).
Selain rumah dan tanah, terdapat permintaan atas ruko dengan persentase tertinggi di Samarinda (29,3 persen).
Head of Research Rumah123 Marisa Jaya menjelaskan, temuan ini memperlihatkan mayoritas permintaan di kabupaten yang menjadi bagian dari wilayah IKN adalah tanah.
"Sementara di dua kota terdekat, permintaan didominasi rumah tapak," ungkap Marisa.
Hal ini disebabkan keterbatasan pengembangan dan suplai properti residensial dan komersial di kedua kabupaten.
Namun, tren ini di satu sisi juga menunjukkan minat masyarakat yang cukup tinggi untuk berinvestasi di sekitar IKN dengan mencari tanah atau lahan kosong.
Adapun pertumbuhan ekonomi di kawasan IKN dan sekitarnya pada tahun 2023 melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur dan Indonesia secara keseluruhan.
Ini dimana pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,05 persen. Sedangkan pada tahun 2023, Balikpapan mencatatkan pertumbuhan 6,5 persen.
Lalu, Samarinda 8,6 persen, Kutai Kartanegara 5,1 persen, serta Penajam Paser Utara (PPU) 29,8 persen.
https://ikn.kompas.com/read/2024/07/18/151821687/pencari-properti-di-penyangga-ikn-lebih-tertarik-rumah-dan-tanah