Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Konstruksi "Kilat", Dua Proyek Rusun di IKN Sabet Rekor MURI

Setelah sebelumnya memecahkan rekor pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) tercepat, kali ini Kementerian PUPR menyabet dua Rekor MURI sekaligus, yakni pembangunan Tower Hunian Siap Huni tercepat serta pembangunan Hunian Modular TNI tercepat di Indonesia.

Prosesi penyerahan Rekor MURI dilaksanakan pada Jumat (2/8/2024) di IKN.

"Kami berharap dengan Rekor MURI ini para pekerja di IKN bisa bekerja lebih semangat dan menunjukkan hasil pembangunan infrastruktur yang terbaik dan berkualitas," ujarnya dikutip dari laman resmi, Senin (5/7/2024).

Ada pun Rekor MURI untuk Pembangunan Tower Hunian Siap Huni Tercepat diberikan atas prestasi Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Pembangunan Hunian Vertikal ASN 1 yang mampu menyelesaikan tower siap huni selama 245 hari.

Pembangunan Rumah Susun (Rusun) ASN 1 merupakan kerjasama Kementerian PUPR bersama PP-Urban-Jaya Konstruksi KSO untuk menghadirkan hunian vertikal bagi personil ASN yang ditugaskan di wilayah IKN.

Pembangunan Rusun ASN 1 terdiri dari 9 buah tower hunian yang terdiri dari 10 lantai hunian dan 2 lantai podium, dilengkapi dengan Fasum dan Fasos seperti lapangan olahraga, jogging track, kolam retensi, jalur sepeda, jalur pejalan kaki, play ground, serta pekerjaan kawasan.

Saat ini, Kementerian PUPR sudah menyelesaikan satu buah tower hunian ASN yang siap huni, yaitu Tower B West Residence.

"Berkat kerja sama kita semua, kita berhasil meraih Rekor MURI berupa Pembangunan Tower Hunian Siap Huni Tercepat dalam waktu 245 hari terhitung dari pekerjaan bore pile sampai dengan selesai dan siap huni," terangnya.

Pembangunan hunian tersebut menggunakan teknologi modular yang bertujuan mengejar kecepatan dan memangkas waktu pelaksanaan, memperoleh kemudahan serta keringkasan pekerjaan, tanpa sedikit pun mengesampingkan kualitas serta ketepatan hasil pembangunan.

Pembangunan Hunian Modular TNI (HMT) merupakan kerja sama Kementerian PUPR bersama WIKA Gedung-Abipraya KSO untuk menghadirkan hunian untuk personil TNI yang ditugaskan melaksanakan pengamanan di wilayah IKN.

Pembangunan Hunian Modular TNI (HMT) terdiri dari 3 tower hunian prajurit serta pekerjaan pondasi sampai dengan selesai dan siap huni

Hingga saat ini, Kementerian PUPR juga sudah menyelesaikan 3 buah tower hunian prajurit dan Masjid Patriot Nusantara yang bisa digunakan untuk ibadah.

"Kita berhasil meraih Rekor MURI berupa Topping Off pembangunan Hunian Modular 4 lantai tercepat dalam waktu 16 jam 3 menit 40 detik dengan luas 2.246 meter persegi dan pembangunan Hunian Modular siap huni 4 lantai tercepat dalam 180 jam 3 menit 17 detik dengan luas 2.246 meter persegi," pungkas Iwan.

https://ikn.kompas.com/read/2024/08/06/080000187/konstruksi-kilat-dua-proyek-rusun-di-ikn-sabet-rekor-muri

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com