Prosesi uji coba lepas landas dan pendaratan yang dilakukan menggunakan pesawat kalibrasi jenis King Air tipe 200 PK CAO.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyaksikan langsung proses uji coba tersebut.
Menhub mengatakan, proving flight tidak hanya tentang runway, melainkan juga jalur-jalur udaranya.
"Semua sudah didesain supaya tidak konflik dengan bandara di Balikpapan dan Samarinda. Jadi nanti pada saat digunakan dengan frekuensi padat, di ruang udara sudah tidak terjadi konflik,” ujar Menhub.
Proving flight merupakan proses uji operasional yang dilakukan untuk memastikan kesiapan terbang di rute penerbangan baru.
Sementara itu, Menteri Basuki mengungkapkan, saat ini pembangunan runway Bandara IKN telah mencapai panjang 1.025 x 30 meter.
“Hari ini walaupun dengan kondisi gerimis, kita bisa capai 1.025 meter yang targetnya nanti awal September menjadi 2.200 meter sehingga bisa didarati pesawat jet B737,” ucapnya.
Selain landasan pacu, Kementerian PUPR juga telah menyelesaikan pembangunan Gedung Terminal, Apron, dan Taxi Way.
"Insya Allah, cuaca tetap mendukung. Kami melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk bisa 2.200 September nanti," terang Basuki.
Bandara IKN dirancang dengan luas area 347 hektar. Sementara Gedung Terminal dibangun seluas 7.350 meter persegi.
Sedangkan landasan pacu dibuat sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter sehingga bisa didarati Boeing 777-3000ER dan Airbus A380.
https://ikn.kompas.com/read/2024/08/26/080000787/mulus-uji-coba-landasan-pacu-bandara-ikn