Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

2 Proyek KPBU Permukiman Kawasan IKN Tengah Disiapkan, Ini Rinciannya

Termasuk bidang permukiman di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur untuk Tahun Anggaran (TA) 2025.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PUPR Triono Junoasmono mengatakan, KPBU bidang permukiman di IKN ini tepatnya berada di Kawasan IKN (KIKN).

"Saat ini masih dalam tahap persiapan, yakni Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) KIKN Kalimantan Timur," ujar Yongki, sapaan akrabnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (3/9/2024).

Selain SPAM dan SPAL KIKN, terdapat KPBU Proyek Idle Capacity SPAM Pemali Juana di Kota Semarang (Provinsi Jawa Tengah), SPAM Regional Kalimantan Timur (Provinsi Kalimantan Timur), dan KPBU Pengelolaan Waduk Sei Gong di Kota Batam dan Rempang (Provinsi Kepulauan Riau).

Sementara, tiga proyek siap tahap transaksi pada tahun 2025 pada sektor permukiman yakni SPAM Kota Bitung (Provinsi Sulawesi Utara), SPAM Regional Lombok (Provinsi Nusa Tenggara Barat), dan SPAM Regional Sindangheula-Karian Barat (Provinsi Banten).

Total 34 Proyek KPBU

Adapun secara umum, untuk TA 2025 Kementerian PUPR melalui DJPI menargetkan sebanyak 34 proyek bidang PUPR akan dilaksanakan melalui skema KPBU.

Sebanyak 14 proyek KPBU ada di sektor Sumber Daya Air, 10 proyek KPBU sektor jalan dan jembatan, 7 proyek KPBU sektor permukiman, dan 3 proyek KPBU sektor perumahan.

Yongki memerinci, pada sektor Sumber Daya Air (SDA) yang sedang dalam tahap penyiapan sebanyak 3 proyek dengan perkiraan nilai investasi Rp 10,78 triliun yakni Daerah Irigasi Jambo Aye di Aceh Utara dan Aceh Timur (Provinsi Aceh).

Selanjutnya, Bendungan Lambakan di Kabupaten Paser (Kalimantan Timur), dan Bendungan Cidanau di Kabupaten Serang (Provinsi Banten).

Sedangkan yang tahap transaksi pada sektor SDA sebanyak 12 proyek dengan nilai investasi Rp 32,11 triliun.

Di antaranya Bendungan Bodri di Kendal (Provinsi Jawa Tengah), Bendungan Merangin di Merangin (Provinsi Jambi), dan Daerah Irigasi Lhok Guci di Aceh Barat (Provinsi Aceh).

Tahap perjanjian jual beli listrik di PT PLN (Persero) sektor SDA sebanyak 2 proyek antara lain Pemeliharaan Bendungan dan Penyediaan Infrastruktur PLTM Bintang Bano di Sumbawa Barat (Provinsi NTB0, dan Penyediaan Infrastruktur PLTA pada Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten OKU Selatan (Provinsi Sumatera Selatan).

Selanjutnya di bidang jalan dan jembatan yang masih tahap penyiapan yakni 7 Proyek Jalan Tol sepanjang 384,1 kilometer dengan nilai Rp 124,02 triliun.

Selengkapnya adalah Jalan Tol Ciranjang-Padalarang (Provinsi Jawa Barat),  Jalan Tol Bandung Intra Urban (Provinsi Jawa Barat), Jalan Tol Pejagan-Cilacap (Provinsi Jawa Tengah), dan Jalan Tol Malang-Kepanjen (Provinsi Jawa Timur).

Kemudian, Jalan Tol Demak-Tuban (Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur), Jalan Tol Pluit-Bandara yang merupakan bagian Jalan Tol Tomang-Pluit-Bandara Elevated (Jakarta), dan Jalan Tol Cilegon-Anyer (Provinsi Banten).

Sedangkan yang sudah tahap transaksi TA 2025 pada sektor jalan dan jembatan sebanyak 3 proyek jalan tol sepanjang 265,5 kilometer dengan nilai investasi Rp 91,99 triliun.

Ketiganya adalah Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Ciamis (Provinsi Jawa Barat), Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi (Provinsi Bali), dan Jalan Tol Sentul Selatan-Karawang Barat (Provinsi Jawa Barat).

Terakhir di bidang perumahan yang sudah tahap transaksi terdapat dua proyek senilai Rp 1,64 triliun, yakni Revitalisasi Rusun Pasar Jumat TOD Lebak Bulus (Provinsi Jakarta), dan pembangunan Rusun Tambak Wedi di Kota Surabaya (Provinsi Jawa Timur).

"Sedangkan satu proyek masih tahap persiapan yakni Rusun Kota Surabaya (Provinsi Jawa Timur)," tuntas Yongki.

https://ikn.kompas.com/read/2024/09/04/164740887/2-proyek-kpbu-permukiman-kawasan-ikn-tengah-disiapkan-ini-rinciannya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com