Pembukaan MTQ Nasional diawali dengan penampilan qori internasional Seyed Mostafa Hosseini yang berasal dari Republik Islam Iran.
Dalam sambutannya, Jokowi mengungkapkan, sejatinya Kalimantan Timur pernah menyelenggarakan MTQ Nasional pada 48 tahun lalu di Samarinda.
Menurutnya, penyelenggaraan kali ini jauh lebih baik, karena banyak inovasi yang dilakukan terutama terkait penggunaan teknologi digital seperti e-MTQ, e-Makro dan e-Scoring, d an lain-lain.
Jokowi mengharapkan, bukan hanya penyelenggaran MTQ-nya lebih baik tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur'an seperti kejujuran, keadilan ,perdamaian dan persatuan semakin yang kokoh dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala negara juga mengingatkan, pada era digital sekarang ini, masyarakat dapat dengan mudah memperoleh informasi melalui media sosial, dan media online yang dominan, sementara media konvensional mulai terdesak.
Oleh karena itu semua orang bisa menjadi wartawan atau citizen journalist tanpa ada dean redaksi.
Di sinilah perlunya setiap pembaca media sosial dan media online menjadi dewan redaksi bagi dirinya sendiri, harus mampu penyaring informasi dan membenakan mana yang benar dan hoaks.
"Masyarakat butuh pegangan moral yang kuat yaitu agama, dan di sinilah letak pentingnya MTQ yang tidak hanya menampilkan kemampuan membaca Al Qur'an dengan indah, juga memperkuat spiritual bangsa," tutur Jokowi.
MTQ Nasional yang Istimewa
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik mengungkapkan, terpilihnya Kalimantan Timur sebagai tuan rumah MTQ Nasional tahun 2024 merupakan suatu kebanggaan.
“MTQ Nasional ke-30 menjadi pengalaman dan kenangan manis yang istimewa dan tidak terlupakan bagi para kafilah,” ujar Akmal.
Momentum MTQ Nasional kali ini akan menjadi kenangan bagi Kalimantan Timur, setelah penyelenggaraan perdana pada 1976.
Terlebih MTQ Nasional ini kembali menjadi sorotan dunia, setelah Kalimantan Timur dijadikan sebagai ibu kota negara dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).
"MTQ Nasional ke-30 diharapkan menjadi wujud syukur dalam melaksanakan syiar Islami," cetus Akmal.
Adapun jumlah total kafilah MTQ Nasional Tahun 2024 sebanyak 3.000 orang. Sekitar 1.998 di antaranya merupakan para peserta.
Rinciannya, 1.567 peserta inti dan 431 peserta cadangan yang berasal 35 provinsi di seluruh Indonesia.
Terdapat 8 cabang lomba dalam MTQ Nasional 2024, yakni Tilawah Alquran, Qiraat Alquran, Hafalan Alquran, Tafsir Alquran (Indonesia, Arab, Inggris), Fahmil Alquran, Syarhil Alquran, Seni Kaligrafi Alquran, dan Karya Tulis Ilmiah Alquran.
https://ikn.kompas.com/read/2024/09/08/231307687/jokowi-buka-mtq-nasional-ke-30-istimewa-dan-sarat-inovasi-digital